Kuliner Pedas
Tren kuliner pedas sepertinya  akan terus berlanjut, karena memang cita rasa pedas tidak bisa dipisahkan dari lidah orang Indonesia. Tapi menyantap kuliner pedas ternyata punya dampaknya bagi kesehatan. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Tak dipungkiri kalau anak muda zaman now, banyak yang s menggemari sajian makanan alias kuliner pedas. Umumnya mereka sangat tertantang untuk menemukan kedai ataupun rumah makan yang menyediakan makanan-makanan pedas

Sebab jika kamu menyukai kuliner pedas, maka kemungkinan besar kamu akan selalu mencari makanan yang lebih pedas dari yang pernah kamu cobai.

Tren kuliner pedas sepertinya  akan terus berlanjut, karena memang cita rasa pedas tidak bisa dipisahkan dari lidah orang Indonesia.

Nah, Kali ini Sabigaju mau bagi info agar kamu tidak bablas saat menyantap kuliner pedas karena ada dampaknya bagi kesehatan.

BACA JUGA: Nikmat Sih, Tapi Makanan Pedas Bisa Bikin Kamu Alami Nightmare!

Kuliner Pedas Nikmat dan Menyehatkan

Mengapa begitu banyak orang menikmati makanan pedas? Salah satu alasannya karena saat menyantap kuliner pedas, otak akan melepaskan endorfin dan dopamin. Bahan kimia ini menciptakan euforia, perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan.

Hormon endorfin dikenal sebagai hormon bahagia yang dilepaskan pada kepuasan mental dan kesenangan.

BACA JUGA: Makan Pedas-Pedas Bikin Nikita Willy Masuk Rumah Sakit

Karena inilah sehabis makan pedas akan memberi seseorang lebih banyak energi dan meningkatkan suasana hatinya. Ini juga akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas pada pekerjaan dan kegiatan lain.

Makanan pedas juga dapat meningkatkan produksi hormon serotonin yang membuat Anda merasa lebih baik serta dapat meringankan depresi dan stres.

Saat pilek, kamu bisa coba mengonsumsi kuliner pedas  dengan cabai. Ini karena cabai penuh dengan vitamin seperti A dan C yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, bahkan melawan flu.

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, makanan pedas bisa jadi menu harian Anda. Alasannya karena kuliner pedas dapat meningkatkan metabolisme dan membakar kalori.

BACA JUGA: Mau Isi Perut? Yuk Jajal Kuliner Nasi Kapau di Kawasan Senen 

Saat makan pedas, sebenarnya pencernaan Anda jadi lebih baik karena membantu melepaskan asam esensial di perut untuk penyerapan dan pencernaan makanan.

Cabai  juga dapat mengurangi risiko serangan jantung dan strok karena cabai dapat mengurangi efek merusak dari LDL (kolesterol jahat) dan capsaicin dapat melawan peradangan.

Menurut American Association for Cancer Research, capsaicin memiliki kemampuan untuk membunuh beberapa sel kanker dan leukemia.

Dilansir CBS makan makanan pedas dapat menurunkan tingkat kematian hingga 14 persen, merujuk pada studi tahun 2015 oleh Harvard and China National Center for Disease Control and Prevention.

BACA JUGA: Kuliner Serba Pedas Dengan Harga Pantas 

Dampak Kuliner Pedas terhadap Kesehatan

Walaupun lezat dan punya banyak banyak manfaat  buat kesehatan  Namun, baiknya kamu jangan bablas alias  berlebihan menyantap sajian kuliner pedas.

Sebab, kamu bisa saja sakit waspada dan bijak saat makan makanan pedas. Ketahuilah ada beberapa risiko penyakit yang mungkin terjadi.

Rasa pedas pada cabai berasal dari capsaicin. Bila dikonsumsi dalam dosis tinggi bisa menyebabkan luka pada lambung, iritasi usus kecil dan dapat mengganggu gerakan usus. Bahkan bisa menyebabkan kanker perut.

Menyantap makanan yang terlalu pedas juga dapat memperparah ulkus atau luka pada permukaan selaput lendir yang melapisi bagian perut atau saluran pencernaan.

Luka ini bisa terasa luar biasa menyakitkan. Efeknya memicu sakit perut, mual, muntah, dan penurunan berat badan. Saat makan pedas terlalu sering, Anda pun bisa mengalami kehilangan nafsu makan.

Kamu juga berpotensi mengalami gastritis akut atau peradangan selaput lendir pada lambung. Gejalanya meliputi diare, demam, sakit kepala, dan buang air besar berdarah.

BACA JUGA: Makan Pedas-Pedas Bikin Nikita Willy Masuk Rumah Sakit

Makanan terlalu pedas dan panas juga dapat menyebabkan sensasi terbakar terus menerus di setiap sudut lidah. Ini juga dapat mengakibatkan bibir, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, dan gusi terbakar.

Tak hanya itu, makanan pedas juga dapat menyebabkan bau badan, bau mulut, keringat berlebih, dan perubahan warna gigi. Wow banyak kan dampaknya  so, jangan bablas saat menyantap kuliner pedas (Sbg/Rig)

Comments