Sabigaju.com – Hari ini 17 Agustus 2018 Bangsa Indonesia genap berusia 73 Tahun. Semua orang di Tanah Air merayakannya penuh suka cita HUT ke-73 Kemerdekaan RI ini.

Salah satu kegiatan yang bisa anda lakukan saat libur Hari Kemerdekaan tiba adalah mengunjungi tempat bersejarah adalah cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan sejarah bangsa Indonesia. Ketika Anda mengunjungi tempat-tempat seperti itu, Anda merasa terhubung dengan budaya dan warisan bangsa.

Nah buat kamu penikmat wisata sejarah, Kali ini Sabigaju mau kasih beberapa destinasiĀ  di Jakarta yang bisa kamu datangi di akhir pekan yang cukup panjang sambil napak tilas kemerdekaan Republik ini.

1. Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi merupakan sebuah taman yang di dalamnya terdapat monumen dan tugu tentang Kemerdekaan Republik Indonesia. Letaknya di Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Dahulu, area ini merupakan bekas lokasi rumah Presiden Soekarno. Lalu juga menjadi tempat para proklamator membacakan naskah proklamasi.

Rumah bersejarah tempat dibacakan proklamasi ini tidak ada lagi. Rumah itu menjelma menjadi kawasan monumen seluas empat hektare dengan tiga monumen: Tugu Petir, patung perunggu Soekarno-Hatta dengan naskah proklamasi di atas marmer hitam dan Tugu Wanita.

Konon rumah itu dibongkar atas keinginan Bung Karno pada 1962. Namun, alasannya sampai sekarang masih misteri.
Wistawan pun bisa berkunjung, belajar, dan menikmati taman di area tersebut.

2. Wisata Sejarah ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Obyek wisata sejarah ini terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya terletak di Jalan Imam Bonjol Nomor 1. Di bangunan tersebut naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia diketik menggunakan mesin tik hasil pinjaman.

Pada zaman dahulu bangunan tersebut merupakan rumah Laksamana Maeda, seorang Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat Jepang. Tugu Proklamasi dengan patung dua proklamator, Soekarno dan Mohammad Hatta, di Jalan Proklamasi, Jakarta.

Arsitektur art deco terkesan menjadi magnet saat memasuki museum ini, pengunjung langsung bisa merasakan ademnya suasana di dalam museum. Itu bukan hanya lantaran pengatur suhu yang memang difungsikan untuk menjaga umur benda-benda koleksi. Desain asli bangunannya sendiri membuat sirkulasi udara di dalamnya sangat lancar.

3. Gedung Joeang 45

Destinasi wisata sejarahĀ  iniĀ  masih kerap d gunakan sebagai tempat untuk berbagai kegiatan nasional. Gedung JoeangĀ  ini dulunya merupakan asrama yang merupakan benteng para pemuda radikal jelang Proklamasi. Beberapa tokoh pergerakan seperti Mr Muhammad Yamin, Mr Amir Sjafruffin juga Mr Sunario pernah memberi ceramah di gedung ini.

Yup! Gedung Joeang menjadi pusat dari Angkatan Baru Indonesia. Tak hanya itu, sejak tahun 1943, para pemuda menggunakan gedung ini sebagai tempat untuk mengorganisir Barisan Pelopor yang kelak berubah nama jadi Barisan Banteng. Selain Hanafi, Chaerul Saleh, Sukarni dan Aidit, ada juga MH Lukman, Subadio Sastrotomo, Adam Malik dan BM Diah.

Mereka bergerak demi kepentingan nasional. Terlebih saat muncul berita Jepang menyerah kepada sekutu pada 14 Agustus 1945, sejumlah penghuni gedung ini ini mengambil peran penting untuk mendorong agar kemerdekaan Indonesia sesegera mungkin diproklamasikan.

4. Museum Nasional

Destinasi wisata sejarah lain yang bisa kamu kunjungi adalah Museum Nasional. Museum yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini memiliki tiga Gedung yakni Gedung A, B, dan C. Dari ketiga gedung itu yang bisa dikunjungi adalah Gedung A dan Gedung B sebagai tempat pameran.

Kedua gedung ini berisikan koleksi-koleksi benda warisan peninggalan sejarah bangsa dari zaman pra sejarah hingga awal abad ke 20.

Di Gedung A sendiri terdapat miniatur rumah Indonesia. Di dalam ruangan ini juga terdapat sebuah tempat tidur besar yang ditujukan sebagai tempat peristirahatan raja-raja dan tempat koleksi benda-benda bersejarah. Jika kita masuk ke dalam ruangan ini kita seperti kembali ke zaman pra sejarah.

Sedangkan untuk gedung B terdiri dari empat lantai. Tiap lantai menggambarkan evolusi dan lingkungan hidup manusia dari masa pra sejarah dan koleksi benda peninggalan beberapa dinasti seperti, Dinasti Han, dan Dinasti Qing.

5. Monumen Nasional

Monumen Nasional atau Monas adalah ikon kota Jakarta dan daya tarik bagi masyarakat, baik warga Jakarta maupun di luar Jakarta yang meminati wisata sejarah .

Salah satau daya tarik dari destinasi ini adalah wisatawan dapat melihat keindahan Jakarta dari ketinggian puncak Monas.

Selain itu, wisatawan dapat menyaksikan 48 diorama menggambarkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru. Di sini pula terdapat sebuah ruang kemerdekaan, yang menjadi tempat penyimpanan naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Di tempat ini pengunjung akan melakukan kegiatan mengheningkan cipta sebagai tanda penghormatan kepada para pejuang.

Sejarah monas berawal dari ide Presiden Soekarno, dengan tujuan untuk mengenang perjuangan yang telah di lakukan bangsa Indonesia saat merebut kemerdekaan negara Indonesia pada tahun 1945. Selain itu, agar generasi penerus nantinya bisa terus dibangkitkan inspirasi dan juga semangat patriotismenya.

Comments