Partisipasi Politik
Aksi Dustin Hoffman dan Robert Redford dalam sebiah film politik All the President’s Men (1976) dinilai sebagai salah satu film yang banyak membuat partisipasi politik masyarakat di Amerika Serikat meningkat.(Foto:IMDB)

Sabigaju,com – Tahun 2019 bisa dibilang sebagai ini menjadi tahun politik buat Indonesia. Yup Hari Rabu (17/4) ini rakyat indonesia begitu antusias  mendatangi tempat pemungutan suara untuk memilih Presiden maupun anggota legislatif sebagai upaya partisipasi politik.

Ngomongin politik tidak melulu soal pemilu. Kamu tahu enggak kalau urusan dunia perpolitikan ternyata punya kaitan dengan film.

Selain menghibur masyarakat, film juga berguna sebagai sarana pendidikan politik karena film dapat mempengaruhi dan membentuk pola pikir serta meningkatkan partisipasi politik masyarakat berdasarkan muatan pesan yang ada di dalamnya.

BACA JUGA: 

Buram dan Kelamnya Eksploitasi Batubara di Tanah Air Dalam Film Sexy Killers

Film Politik di Indonesia

Perfilman Indonesia saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Beberapa judul film Indonesia mampu bersaing dengan film-film luar negeri.

Beberapa film Indonesia sebenarnya memberikan kalian pengetahuan tentang politik. Mungkin itu juga jadi tujuan para pembuat film biar banyak yang enggak antipati terhadap politik. Sayangnya, banyak yang  tidak berhasil merebut hati penonton.

Dan, ironisnya lagi negeri yang memiliki begitu banyak politikus ulung serta selalu ramai dengan drama politik seperti Indonesia, tidak memiliki satupun serial Tv yang berfokus kepada tema politik.

BACA JUGA: BAFTA Awards Dihiasi Muatan Seni Hingga Politik 

Selain itu, bagi sebagian besar mahasiswa persoalan politik dan ketatanegaraan kurang menarik. Kalah menarik jika dibandingkan dengan hiburan, musik dan film.

Buktinya buku-buku ilmu politik dan ketatanegaraan tidak diminati mahasiswa. Sedangkan untuk masalah hiburan, film dan musik, para mahasiswa mau repot mencari hingga tengah malam.

BACA JUGA: Adik Ahok Layangkan Protes Keras ke Film A Man Called Ahok

Film dan Sinetron Politik Laku Keras

Hal ini tentunya berbeda dengan di Amerika di mana Film Politik begitu diminati bahkan hal itu dituangkan kedalam serial opera sabun alias tv series.

Para peneliti berhipotesis, menonton serial drama politik dengan tokoh utama perempuan bisa menggiring pemirsa.

Tayangan semacam ini bisa memicu interaksi parasosial, di satu sisi pemirsa merasa terlibat secara emosional dengan karakter dalam tayangan.

Perasaan ini, menurut peneliti akan mengarahkan pemirsa untuk lebih berinisiatif melibatkan diri dalam politik, atau bahwa mereka secara individual bisa memengaruhi perubahan politik, dan akan meningkatkan minat politik.

BACA JUGA: Zumi Zola, Bersinar di Ranah Hiburan, Tergelincir di Dunia Politik

Semua ini pada akhirnya akan berujung pada partisipasi politik pemirsa yang lebih tinggi.

Para peneliti menyurvei penyuka serial televisi Madame Secretary, The Good Wife, dan Scandal. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Broadcasting and Electronic Media.

Walau, isi tiga serial televisi dalam penelitian ini masih sarat stereotip gender. Tetapi temuan ini cukup menjanjikan dengan menunjukkan, tayangan ini bisa bermanfaat dalam meningkatkan partisipasi politik penonton

Menurut penulis utama riset, Jennifer Hoewe, sering kali orang hanya menganggap tayangan televisi sebagai hiburan murni. Tetapi ada penelitian, termasuk penelitian ini, yang menunjukkan sifatnya lebih dari itu.

“Kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dari media hiburan daripada hanya sesuatu yang menyenangkan dan santai,” jelasnya.

Hoewe menambahkan, “Studi ini menunjukkan, ketika ada karakter utama perempuan, kita bisa merasa seperti jadi bagian dari pertunjukan, kita menikmati karakternya, dan itu benar-benar dapat mengarah pada hasil politik yang positif,” urai Hoewe dalam rilis penelitian.

Jika penelitian mengungkap menonton serial televisi bisa berefek meningkatkan partisipasi politik, maka cara sederhana ini layak dicoba. (Sbg/Rig)

Comments