Seorang wisatawan nampak tengah menyelam di Labuan Bajo (Foto: Twitter @lina_ags)
Seorang wisatawan nampak tengah menyelam di Labuan Bajo (Foto: Twitter @lina_ags)

Sabigaju.com – Keindahan bawah laut Labuan Bajo yang adalah bagian dari Taman Nasional Komodo itu seakan tak ada habis untuk dibahas.

Media internasional berkali-kali menyebut lokasi ini sebagai salah satu spot diving terbaik dunia. Rabu (25/4), diver profesional kembali membuktikannya.

Pada tahun ahun 2016 lalu Dive Magazine menempatkan Taman Nasional Komodo (TNK) di posisi atas lokasi terbaik untuk menyelam di dunia, bersama Raja Ampat, dan Alor.

Sebelumnya di tahun 2015, CNN Internasional juga memasukkan Labuan Bajo sebagai tempat snorkeling terbaik kedua dunia setelah Raja Ampat.

Sampah dan Berita Miring Labuan Bajo

Namun di tengah puja puji yang terlontar, rupanya tak sepadan dengan kualitas kebersihan lingkungan yang masih memprihatinkan. Pemandangan yang terlihat di titik strategis bagi wisatawan seperti pelabuhan, pasar, pesisir pantai hingga di tengah laut masih ditemui sampah.

Belum juga usai urusan mengatasi masalah sampah, baru-baru ini Labuan Bajo diterpa pemberitaan tak sedap yang mengabarkan kerusakan ekosistem.

Yup, Media Inggris The Guardian melaporkan bahwa pencurian ikan dan polusi sampah memperparah kerusakan di area yang menjadi bagian dari Taman Nasional Komodo tersebut.

Dalam tulisannya, The Guardian mengangkat judul ‘Destroying the World’s Natural Heritage: ‘Komodo is Reaching a Tipping Point’.

Kabar itu diviralkan salah satu operator selam, Ed Statham. Sebuah media Inggris, The Guardian, juga sempat memberitakan. Namun, tidak dijelaskan di spot mana lokasi tersebut terjadi.

Lantaran pemberitaan itu banyak pegiat lingkungan hidup yang mendesak UNESCO untuk segera turun tangan. Sebab Labuan Bajo merupakan bagian dari Komodo National Park sudah dideklarasikan UNESCO sebagai World Heritage Site sejak 1986.

Prihatin dengan Kabar Miring

Kita tentunya prihatin dengan kabar tersebut. Namun hal itu harus ditangani dengan serius. Sebab jika terus berlanjut bakal punya dampak yang tidak bagus terhadap pariwisata.

Tak ada seorang pun yang tidak terganggu dengan sampah. Terlebih bagi mereka sudah menghabiskan banyak uang berlibur untuk merasakan keindahan dan kenyamanan.

Apalagi wisatawan diving,  yang sudah datang dari jauh. Niat untuk mendapatkan pemandangan bawah laut yang indah tetapi malah sampah. Harapan bahagia pasti  bakal sirna dan berganti murka.

Trending Topic Labuan Bajo

Pemberitaan media asing yang menyudutkan Labuan bajo pun mendapat tanggapan dari warganet tanah air.

Hari ini (Kamis 26/4) secara beramai ramai warganet mengusung tagar #BestDiveSiteLabuanBajo dalam cuitannya sambil memuji keindahan Labuan Bajo.

Warganet seakan membalas pemberitaan miring dan tanpa menyebut detail lokasi kerusakan ekosistem maupun illegal fishing dari media Guardian yang menyudutkan Labuan Bajo.

Ramainya cuitan warganet dengan tagar #BestDiveSiteLabuanBajo pun bertengger di jejeran trending topic Twitter Indonesia. (Sbg/Rig)

 

Comments