Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. tengah memberikan keterangan kepada awak media seputar penyerangan gereja St. Lidwina Sleman, yang diserang oleh seorang pria pada, Minggu (11/2). (Foto: polri.go.id)
Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. tengah memberikan keterangan kepada awak media seputar penyerangan gereja St. Lidwina Sleman, yang diserang oleh seorang pria pada, Minggu (11/2). (Foto: polri.go.id)

Sabigaju.com – Kehidupan kebhinekaan dan keberagamaan di negeri ini kembali terusik saat Gereja St Lidwina di Sleman, Yogyakarta diserang oleh seorang pada, Minggu (11/2).

Peristiwa penyerangan berlangsung saat Misa pagi di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman Yogyakarta. Akibatnya, Lima orang terluka termasuk Romo Karl Edmund Prier yang tengah memimpin Misa. Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami motif penyerangan tersebut.

Polisi akhirnya melepaskan tembakan peringatan dan juga melepas sebutir timah panas ke tubuh untuk melumpuhkan pelaku, lantaran nekat menyerang polisi.

Peristiwa penyerangan tersebut menambah daftar peristiwa kekerasan terhadap toleransi di negeri ini dimana sebelumnya, terjadi peristiwa penganiyaan sejumlah ustadz di Bandung, Cianjur dan Bekasi. Belum lagi persekusi terhadap seorang terjadi di Tangerang, Banten belum lama ini.

Kecaman Terhadap Penyerangan Gereja Lidwina Sleman

Maka, pada Senin (12/2) ribuan warganet beramai-ramai mengusung tagar #Indonesiatidaktakut sebagai bentuk perlawananan terhadap kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab terhadap kerukunan, keberagaman serta kebhinekaan di Indonesia.

Warganet beramai-ramai mengusung tagar #IndonesiaTidakTakut di Twitter sebagai bentuk pelawanan terhadap teror dan persekusi yang mengancam keberagaman dan kebhinekaan. 
Warganet beramai-ramai mengusung tagar #IndonesiaTidakTakut di Twitter sebagai bentuk pelawanan terhadap teror dan persekusi yang mengancam keberagaman dan kebhinekaan.

Tagar #Indonesiatidaktakut bahkan hingga menjadi trending topic di jagat Twitter Indonesia. Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia menutup ruang bagi oknum atau pihak yang tidak bisa hidup dalam kemajemukan masyarakat. Hal itu disampaikan Jokowi menanggapi maraknya penyerangan terhadap pemuka agama dalam beberapa waktu terakhir.

“Tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita apalagi dengan kekerasan,” ujar Jokowi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2).

Kutuk Buat Aksi Biadab Penyerangan Gereja Lidwina Sleman

Di tempat terpisah, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengutuk keras penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman. Ia mendukung penuh langkah kepolisian mengusut tuntas peristiwa yang dinilainya berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.

“Kami mengutuk keras tindakan yang berpotensi menganggu kerukunan umat beragama yang sudah berjalan baik ini,” kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini saat meninjau lokasi kejadian di Gereja Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2).

Sementara itu tokoh senior Muhammadiyah, Buya Syafi’i Maarif langsung mengunjungi lokasi kejadian. Buya menganggap aksi penyerangan itu merupakan hal yang biadab.

“Saya kira dia tidak sendiri, ada temannya dan harus benar-benar diusut. Harus ditelusuri dicari betul siapa orang ini dan dalang di belakangnya,” tegas Buya Syafi’i. (Sbg/Rig)

Comments