Orang Kaya
Ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan guna mewujudkan mimpi dan keinginanmu menjadi orang kaya. (Foto: buzzist.com)

Sabigaju.com – Sah-sah saja jika ada begitu banyak orang ingin menjadi orang kaya. Namun, sayangnya mereka menganggap mimpi mereka itu mustahil.

Padahal, sebenarnya, tidak susah-susah amat untuk menjadi orang kaya. Orang-orang perlu mengubah pola pikir hidup mereka. Yup, menjadi kaya itu dimulai dengan cara berpikir dan keyakinan menghasilkan uang

Dilansir dari laman The Wall Street Journal, Jonathan Clement –pakar keuangan, mengungkap beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika ingin sukses menjadi orang kaya.

BACA

 

1. Tak Fokus Terhadap Masa Depan

Kita sering mengabaikan pentingnya investasi jangka panjang, hanya demi keinginan sesaat. Baik itu keinginan membeli ponsel, mobil, atau rumah baru, sering kali kita memenuhinya terlebih dahulu, daripada kebutuhan menabung.

“Bahkan, untuk menunda pembelian hanya selama 12 bulan, seseorang mungkin harus menawarkan insentif keuangan yang sangat besar,” tulis Clements.

Mereka pun kerap terjebak iklim politik atau ekonomi yang tengah bergulir. Clement mengatakan, banyak orang menganggap penting masa kini tanpa memikirkan masa depan. Padahal, banyak orang menyesal di masa pensiun, karena tak menabung sejak dini.

2. Benci dengan Kekalahan

Clement mengatakan, riset telah membuktikan rasa sakit yang kita dapat dari kerugian lebih dari dua kali lipat daripada kesenangan yang kita raih saat mendapatkan keuntungan.

Blok mental ini secara tidak sadar dapat mengarahkan kita untuk membuat keputusan investasi yang buruk, atau menghindar dari mengambil risiko yang berharga.

Clements memberikan contoh ketika kita membayar uang Rp 1,5 juta saat kalah bertaruh dan mendapatkan jumlah yang sama saat memenangkannya.

Namun, dibutuhkan uang lebih dari itu bagi banyak orang untuk menyetujui tawaran itu. Orang-orang benci kehilangan begitu banyak, mereka berusaha keras untuk menghindarinya, yang teradang justru merugikan mereka.

3. Terlalu Percaya Diri

Banyak orang berkata, kepercayaan diri adalah kunci. Tapi, kepercayaan diri perlu batasan. Clements mengatakan, kita semua tidak bisa lebih baik daripada manusia rata-rata.

Terlalu percaya diri saat berinvestasi, kata Clements, membuat orang mengambil risiko yang kemudian mereka sesali.

“Ini mendorong kami untuk berdagang terlalu banyak,” tulis dia. Menurut dia, memercayai bahwa kita dapat mengalahkan pasar akan mendatangkan risiko besar dalam investasi.

4. Merasionalisasi Keputusan yang Buruk

Selama masa hidup, kita akan membuat beberapa kesalahan finansial. Itu hal yang normal. Yang terpenting adalah keputusan kita untuk bangkit kembali.

“Alih-alih mengakui dan kemudian memperbaiki kesalahan, kita akan sering membuat alasan agar kesalahan terlihat rasional,” tulis Clements.

“Kadang-kadang, gagasan bahwa ‘saya baru saja membuat keputusan keuangan yang bodoh’ mungkin berbenturan dengan gagasan ‘saya pintar dalam menangani uang’,” kata Clements. Alih-alih berpura-pura itu bukan masalah besar, perbaiki masalah dan move on.

5. Kurang Mampu Mengendalikan Diri

Dengan sikap seperti ini begitu banyak peluang untuk berbelanja, dan kita cenderung menyepelekan menabung.

Sangat penting untuk mulai menabung sedini mungkin, jika kita ingin menjadi kaya. Meskipun kita terlahir dari darah biru, Clements tetap menyarankan kita untuk menabung.

Ingatlah kedisiplinan sangat bermanfaat, hingga pada akhirnya, kita adalah satu-satunya yang bertanggung jawab atas keuangan pribadi. (Sbg/Rig)

Comments