Ilustrasi Pamer kebaikan
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Kehadiran sosial media kerap dijadikan untuk pamer kegiatan atau traveling ke tempat bagus, barang branded mahal namun juga untuk pamer kebaikan saat membantu orang lain.

Biasanya pamer kebaikan disebarkan dengan niatan menginspirasi banyak orang di luar sana untuk berbuat baik.

Timbul pertanyaan, apakah  melakukan kebaikan itu perlu dipamerkan?

BACA JUGA: Bersedekah itu Menguntungkan Tubuh dan Jiwamu

Pamer Kebaikan dan  Rasa Haus Pengakuan

Jika menilik pada uraian Abraham Maslow, kebutuhan manusia digambarkan sebagai piramida yang terdiri dari lima tingkat.

Kebutuhan dasar adalah kebutuhan fisiologis, lalu berlanjut ke kebutuhan keamanan, kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan, kebutuhan penghargaan dan paling atas, kebutuhan aktualisasi diri.

PPiramida Kebutuhan Abraham Maslow
(Sumber: Wiki Commons)

Nahl, orang yang suka pamer kebaikan  paling pas jika dimasukkan ke dalam tingkat piramida keempat, yaitu kebutuhan penghargaan (esteem) dan belum sampai ke tingkat puncak piramida Maslow, yaitu aktualisasi diri.

Mereka umumnya belum cukup “dewasa” untuk mampu mengenali arti hakikat kehidupan maupun mengenali diri sendiri.

Mereka belum cukup memiliki karakter diri kuat yang pantas untuk disimpulkan sebagai ciri asli dirinya sebagai manusia matang.

Mereka belum sampai pada taraf untuk melihat kehidupan secara komprehensif dan memilih untuk menghadapi segala permasalahan, bukan menghindarinya.

Mereka belum sampai naik kelas menjadi pribadi yang mengenali potensi dan kemampuan diri yang sebenarnya, untuk kemudian diaktualisasikan dan diniatkan untuk kemaslahatan pribadinya dan orang lain.

mereka masih memiliki kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain. Status, ketenaran, dominasi, menjadi penting, kehormatan dan apresiasi.

Mereka menampilkan segala apa yang dimiliki, bahkan terkadang sedikit menutupi/tak menampilkan keadaan yang sesungguhnya karena masih butuh pengakuan.

BACA JUGA: Tetaplah Melakukan Kebaikan Ditengah Pandemi COVID-19

Berbuat Kebaikan Tanpa Perlu Pamer

Seseorang yang telah sampai di piramida tertinggi dalam orientasi piramida Maslow berorientasi kepada tujuan, terus maju dan berkembang menuju ke arah yang lebih baik.

Pada tingkatan ini seseorang bukan lagi manusia yang masih terjebak pada bahasan orang lain tentang kebaikan. Mereka sibuk melakukan kebaikan namun menyembunyikannya. lewat berbagai cara .

Merekalah para individu  di sekitar kita yang sukadan kerap  berbuat kebaikan tanpa perlu memamerkannya di media sosial ataupun melalui pemberitaan.

Sambil  melakukan kebaikan mereka  memegang teguh sebuah ungkapan bijaksana yang mengatakan, “Saat kau mampu melakukan sebuah kebaikan, jangan kau umbar. Tutuplah kebaikanmu sebagaimana kau ingin menutupi kekuranganmu dan aibmu sendiri.”

Begitu indahnya posisi kita jika termasuk dalam orang yang senantiasa berbuat kebaikan dan tidak memamerkannya. (Sbg/Rig)

Comments