Depresi Pascamelahirkan

Sabigaju.com – Menjadi orang tua tidak pernah menjadi hal yang mudah, apalagi bagi pasangan yang baru saja memiliki anak pertama. Banyak orang tua baru yang merasakan “penderitaan” pascamelahirkan, hingga mereka mengalami stres.

Selama ini, yang lebih banyak diketahui mengalami depresi pascamelahirkan atau postnatal depression adalah para wanita. Namun, patut diketahui bahwa bukan hanya wanita yang bisa mengalaminya. Kenyataannya, laki-laki pun bisa mengalami depresi setelah istrinya melahirkan.

Dilansir dari situs Hello Sehat, prevalensi depresi pascamelahirkan pada laki-laki yaitu sebesar 1:10. Kondisi ini bisa menyerang para ayah baru sejak trimester pertama kehamilan istrinya, bisa juga setelah anaknya lahir atau beberapa minggu setelahnya. Kondisi depresi pascamelahirkan pada laki-laki mirip dengan yang dialami wanita. Sayangnya, kondisi ini belum banyak dibicarakan secara terbuka. Akibatnya banyak pria yang mengalami depresi pascamelahirkan ini tidak benar-benar menyadari apa yang sedang mereka hadapi.

Tanda-tanda Depresi Paskamelahirkan Pada Pria

Merupakan suatu tantangan tersendiri untuk mendeteksi adanya depresi pascamelahirkan pada pria, karena kebanyakan dari mereka cenderung menutup-nutupi. Selain itu, gejalanya pun muncul perlahan sehingga sulit melihat batasan antara depresi pascamelahirkan dengan stres biasa. Namun, para wanita mungkin bisa membantu suaminya dengan mengamati tanda-tanda berikut ini:

1. Kehilangan gairah seks baik dengan pasangannya maupun secara umum

2. Timbul kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, atau minum obat-obatan

3. Tidak bisa mengontrol emosi

4. Pikiran negatif terus bermunculan

5. Kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang biasa disukainya

6. Cenderung menjauhi bayinya

7. Menghindari interaksi sosial

8. Sering menangis atau diam

9. Sering sakit

10. Muncul pikiran untuk bunuh diri

Faktor Pemicu Depresi Paskamelahirkan Pada Pria

Meski tidak mengalami proses persalinan secara langsung, bukan berarti seorang pria tidak bisa mengalami depresi pascamelahirkan. Sebab, faktor-faktor pemicu depresi tersebut tidak hanya berasal dari diri sendiri tapi bisa juga dari lingkungan seperti beberapa hal di bawah ini:

1. Perubahan hormon

2. Pola hidup yang mulai berantaka

3. Masalah finansial

4. Adanya tekanan sebagai orang tua

5. Ada riwayat depresi dari keluarga ataupun dirinya sendiri

6. Hubungan yang kurang erat dengan istri

7. Istrinya juga mengalami depresi pascamelahirkan

Cara Menghadapi Suami yang Mengalami Depresi Paskamelahirkan

Tentunya harus ada pembicaraan soal ini dengan pasangan. Perbanyak berbincang agar beban yang dirasakan berkurang dan penanggulangan depresi pascamelahirkan tersebut berlangsung lebih cepat. Anda juga bisa mengalihkannya dengan aktivitas fisik seperti olahraga, dibantu dengan makan makanan sehat, tidur cukup, dan terapi ringan seperti menghirup minyak esensial aromaterapi, meditasi, atau tarik napas dalam setiap kali merasa ada dorongan untuk marah.

Perbanyak waktu bersama bayi dan pasangan Anda. Terciptanya ikatan yang lebih kuat antara Anda, pasangan, dan si bayi akan membantu memulihkan kecemasan berlebih yang Anda rasakan. Atau jika memang kondisinya sebaliknya, yakni Anda tidak punya waktu untuk diri sendiri maupun bersama pasangan karena terlalu sibuk dengan si bayi, cobalah sesekali untuk menitipkan bayi pada keluarga dan ciptakan quality time sendiri. Lakukan hal-hal yang memang Anda tahu akan menyenangkan hati Anda bersama pasangan. Yang jelas, depresi pascamelahirkan ini sama sekali tidak boleh disepelekan! (Sbg/Ftr)

Comments