Istri kedua Opick dikabarkan meninggal pada Senin kemarin (19/3) usia menjalani prosedur kuret setelah melahirkan. Sebenarnya, apa sih prosedur kuret yang sudah dijalani ini?

Kuret dikenal sebagai proses yang harus dijalani seorang perempuan usai keguguran. Dalam dunia medis, istilah kuret disebut juga dengan dilatase dan kuritase yaitu tindakan bedah berupa pengerukan pada bagian dinding dalam rahim (endometrium).

Tujuan dilakukannya kuret adalah untuk membuang sisa-sisa keguguran yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi saat tidak dibersihkan secara cepat dan tepat. Sebelum proses kuret berlangsung, dokter biasanya akan melakukan berbagai pemeriksaan terhadap pasien.

Proses Kuret

Sebelum proses kuret dimulai, pasien akan dibius agar tidak dapat merasakan sakit. Proses ini berlangsung selama 10 hingga 15 menit dan dilakukan oleh tenaga ahli seperti ginekologi. Selanjutnya, pasien dapat langsung pulang dalam beberapa jam setelah prosedur kuret berlangsung. Setelah dua hari, pasien dapat langsung beraktivitas seperti biasa. Prosedur kuret sendiri tergolong aman meskipun tetap saja memiliki risiko.

Opick di pusara istrinya. (Youtube)
Kenali Risiko Kuret Setelah Keguguran

Kram di daerah bagian bawah perut

Setelah kuret akan menimbulkan adanya kram di daerah bawah perut. Kondisi ini dapat berlangsung selama 30 menit bahkan dapat mencapai 1 jam. Bagi sebagian wanita, ada pula yang harus mengalami kram selama berhari-hari.

Munculnya bercak darah (spotting)

Pendarahan ringan atau bercak darah akan terjadi selama beberapa hari atau bahkan sampai satu minggu. Kondisi ini tidak terlalu berbahaya, namun jika sudah menjadi pendarahan hebat maka hal itu menjadi sangat bahaya.

Siklus menstruasi yang tidak teratur

Setelah kuret, siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Kadang, bisa saja menjadi terlalu cepat atau bahkan terlambat. Situasi ini juga sering mengakibatkan adanya penggumpalan darah.

Risiko robek uterus (perforasi uterus)

Risiko robek uterus memang jarang terjadi pada perempuan yang sudah mengalami kuret. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan hal itu dapat saja terjadi.

Sindrom asherman

Proses kuret yang terlalu agresif dapat menyebabkan terbentuknya jaringan ikat pada bagian dinding rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan perempuan tidak mengalami menstruasi lagi hingga mungkin kemandulan.

Infeksi

Kemungkinan infeksi dapat saja terjadi pada setiap tindakan walaupun pencegahan telah dilakukan. Tetapi, kemungkinan infeksi tetap dapat diminimalisir dengan cara pemberian antibiotik.

Tentang Istri Kedua Opick Meninggal setelah Dikuret

Meninggalnya istri kedua Opick, Wulan Mayangsari, disebabkan oleh prosedur kuret yang dilakukan Wulan usai mengalami keguguran. Rekan Opick, Ustadz Derry Sulaiman, menjelaskan bahwa bayi yang dikandung Wulan telah meninggal dunia. Bayi laki-laki yang dikandung Wulan tersebut meninggal dalam usia delapan bulan.

Istri Opick tersebut meninggal dunia setelah menjalani pemulihan pasca keguguran dua bulan lalu. Setelah menjalani prosedur kuret, kondisi kesehatan Wulan terus menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Masih menurut rekan Opick tersebut, dua bulan ini istri Opick tersebut sering keluar masuk rumah sakit karena kondisi badannya yang semakin drop usai keguguran. Melalui Derry, Opick berkata agar berita istrinya ini tidak menjadi viral. (Sbg/Vania)

 

Comments