Sabigaju.com – Gaya hidup mewah dan cenderung hedon yang dilakukan oleh beberapa oknum wakil rakyat sudah menjadi rahasia umum. Banyak di antara mereka yang seharusnya hanya melakukan kunjungan kerja, tapi malah menghabiskan waktu di luar negeri untuk berbelanja. Hal ini tentu saja sering membuat rakyat bertanya-tanya hingga merasa geram.

Sebenarnya apa alasan rakyat mempertanyakan hingga merasa geram atas berbagai liputan kunjungan kerja beberapa oknum wakil rakyat? Ini dia ulasannya.

Kunjungan Kerja Wakil Rakyat yang Kurang Merakyat

1. Menghabiskan dana hingga miliaran rupiah

Untuk tahun 2018, dilaporkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat akan mengalokasikan anggaran kunjungan kerja ke luar negeri bagi anggota legislatif tahun 2018 setidaknya sebesar Rp343,6 miliar.

Sebagai contoh, untuk tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Singapura saja, para wakil rakyat ini mendapat jatah US$991 atau sekitar Rp13,2 juta dengan asumsi kurs Rp13,344 per dolar AS. Sebagai perbandingan, tiket sekali pergi untuk kelas bisnis Garuda Indonesia pada rute itu berkisar pada Rp5-6,7 juta.

2. Harus pergi ke luar negeri

Tujuan kunjungan kerja anggota DPR sendiri terkadang cukup ‘ajaib’. Misalnya saat anggota Komisi I memilih¬†Berlin, Jerman sebagai tujuan kunjungan kerja. Tempat yang mereka ini adalah destinasi wisata belanja mewah, bukan untuk kunjungan kerja wakil rakyat yang memperjuangkan kepentingan rakyat.

3. Harus dengan fasilitas premium

Selain harga pesawat yang fantastis, pilihan hotel, makanan, bahkan uang harian wakil rakyat ketika melakukan kunjungan kerja juga tidak kalah mencengangkan. Anggota DPR menerima uang harian selama kunker.. Sehari di Singapura, misalnya, mereka akan mendapatkan US$530 atau Rp7 juta. Uang harian tertinggi tercatat untuk kunker ke Inggris, yakni US$792 atau Rp10,5 juta.

4. Kunjungi Tempat-tempat perbelanjaan yang mahal

Saat kunker, tidak jarang para wakil rakyat kita menyempatkan waktu untuk pergi ke mall-mall mainstream di negara tersebut. Selain itu, tidak jarang tempat tujuan wakil rakyat kita juga memiliki beberapa restoran mewah di sekitarnya.

5. Minimnya Publikasi Hasil Kunjungan Kerja

Setelah kunjungan kerja yang sering menyakiti hati rakyat, sayang sekali jika hasilnya tidak bisa dilihat secara langsung oleh rakyat. Beberapa kali masyarakat meminta publikasi hasil kunjungan kerja anggota dewan, namun hasilnya minim, bahkan nihil.

Tentu saja beberapa kejanggalan di atas membuat rakyat bertanya-tanya tentang kunjungan kerja ini, apalagi untuk tahun depan, dana kunjungan kerja yang diajukan juga fantastis. (Sbg/Ldr)

Comments