Polusi Udara
Polusi udara di Jakarta berdampak bagi kesehatan masyarakat dan dapat berdampak serius bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Rasanya merasakan kenyamanan di kota Jakarta kini semakin sulit. Bahkan dibutuhkan kewaspadaan hanya untuk bernafas lantaran polusi udara di seantero kota ini.

Bagaimana tidak, Kota Jakarta masuk dalam urutan ketiga dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia berdasarkan data AirVisual, situs daring penyedia peta polusi. yang dirilis baru baru ini.

Bahkan pada Hari Selasa (25/6) lalu, pukul 11.30 WIB tepatnya Jakarta menempati posisi pertama. AirVisual juga mencatat, nilai air quality index (AQI) Jakarta adalah 231 dengan kategori very unhealthy atau memengaruhi kesehatan masyarakat pada umumnya.

BACA JUGA: Selama Hidup, Sudahkah Kamu Bernapas dengan Benar?

Dampak Polusi yang Mengerikan

Polusi udara di Jakarta telah berdampak bagi kesehatan masyarakat dan dapat berdampak serius bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Polusi udara dapat berdampak serius pada kesehatan. Sejumlah efek buruknya termasuk meningkatkan risiko mengidap asma, penyakit bronkial, masalah kulit, masalah kesehatan mental, kanker, serta penyakit jantung.

Anak-anak dan orang dewasa yang aktif serta penderita penyakit pernafasan seperti asma harus menghindari aktivitas luar ruangan yang terlalu lama. Anak-anak dan masyarakat lain dianjurkan membatasi waktu di luar ruangan.

Terapkan Pola Makan Sehat

Bagi kamu yang tinggal ataupun bekerja di kota besar yang penuh polusi seperti Jakarta, solusinya bukan buru-buru  pindah rumah dan mengungsi ke desa.

Kamu bisa  melakukan perubahan sederhana pada pola makan dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang bisa meningkatkan perlindungan terhadap polusi.

Kuncinya adalah antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas akibat masuknya partikel udara beracun.

So, ada baiknya jika mulai  hari ini pastikan tubuh mengonsumsi makanan dengan fungsi antioksidan seperti diulas laman Evening Standard berikut ini.

BACA JUGA: 492 Tahun Kota Jakarta: Panjang Umurnya, Berjuta Masalahnya

Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang paling kuat dan perlu menjadi yang teratas dalam daftar makananmu, terlebih bila kamu punya segudang aktivitas di kota dengan polusi udara yang tinggi seperti Jakarta.

Tubuh tidak dapat memproduksi vitamin vital ini. Antioksida bisa didapat dari cabai, blackcurrant, jeruk, kale, kiwi, dan brokoli.

BACA JUGA: Fast Fashion Punya Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

Vitamin E

Vitamin E yang larut dalam lemak sangat penting guna meningkatkan perlindungan terhadap polusi udara.

Sumber vitamin E antara lain minyak zaitun, buah alpukat, biji bunga matahari, kacang almond, dan hazelnut.

BACA JUGA: Dilema Anak Sepeda di Jakarta 

Omega-3

Studi mengaitkan omega-3 dengan pengurangan peradangan dan stres oksidatif akibat polusi udara.

Akan tetapi, banyak orang tidak memasukkan cukup omega-3 dalam diet harian. Omega-3 terkandung dalam ikan makarel, salmon, tiram, sarden, biji rami, dan biji chia.

BACA JUGA: Eco Fashion, Gaya Berbusana yang Ramah Lingkungan

Beta-karoten

Kuliner yang mengandung senyawa organik ini dikonversi menjadi vitamin A dalam tubuh. Beta-karoten berfungsi sebagai antiinflamasi, anti penuaan, dan meningkatkan kekebalan tubuh saat kamu melawan polusi udara di Jakarta.

Makanan kaya beta-karoten antara lain wortel, kangkung, bayam, paprika merah, paprika kuning, ubi, dan aprikot.

Selamat mencoba, semoga informasi ini berguna bagi kamu dalam menghadapi polusi udara di Jakarta. (Sbg/Rig)

Comments