Sabigaju.com – Belum lama ini Jagat Twitter dihebohkan dengan postingan sebuah akun yang memperlihatkan seorang pria memakan anak tikus dengan sumpit.

Dalam rekaman video tersebut menunjukkan pria itu menyesap minuman anggur dan mengambil bayi tikus dengan sumpit sebelum mencelupkannya ke dalam piring saus.

Tidak jelas di mana video itu diambil, tetapi hidangan yang disantap pria itu dikenal sebagai ‘Three Squeaks’ – hidangan yang biasa dikonsumsiĀ  di daerah Guangdong di Cina tenggara.

Meski banyak dihujat, rekaman video tersebut sepertinya bertujuan untuk menunjukkan, cara orang makan santapan yang dinilai lezat di Cina.

BACA JUGA: Tren Kuliner Superfood yang Bakal Hype di Tahun 2020

Di Indonesia juga Ada

Sebenarnya kuliner memakan bayi tikus juga ada di tanah air. Salah satunya adalah ritual yang disebut tradisi Nguntal Cindil.

Tradisi yang biasa ditemukan di beberapa wilayah di Jawa Timur ini diyakini bila dilakukan bakal memberi manfaat luar biasa yakni membuat badan sehat dan bisa jadi sekuat batu.

Meskipun dipercaya memiliki manfaat luar biasa, tapi tak semua orang mau melakukan ritual ini. Namun, bagi para pekerja berat seperti kuli panggul dan pekerja bangunan, tak ada alasan bagi mereka untuk tidak mencoba.

Dan menurut mereka Nguntal Cindil ini memang benar-benar bekerja. Mereka jadi sangat kuat dan tahan lama.

Menurut mereka, ritual ini jauh lebih aman daripada harus minum obat atau semacamnya yang bisa berakibat buruk bagi jantung, hati dan organ lainnya.

BACA JUGA: Biar Nggak Bad Mood, Waspadai Sederet Kuliner IniĀ 

Meskipun ritual ini didefinisikan sebagai menenggak anak-anak tikus, tapi cara melakukannya tidak semudah itu.

Ada cara khusus biar efek Nguntal Cindil benar-benar bekerja. Caranya sendiri tak lain adalah menelan Cindil dengan jumlah tertentu.

Rekomendasinya sih lima ekor saja, bisa lebih kalau mau makin kuat. Di bawah lima efeknya takkan terasa.

Mungkin hanya sensasi hangat saja di tubuh. Biar tidak bikin mual, bisa langsung ditelan sambil didorong dengan minum.

BACA JUGA: Dampak Mengerikan Terlalu Sering Menyantap Kuliner Ayam

Manusia Sudah Lama Mengonsumsi Tikus

Menurut penelitian akademis dari Universitas Nebraska, Lincoln, Amerika Serikat, sejarah manusia makan tikus sudah ada sejak beberapa abad lalu

Salah satu hidangan khas Dinasti Tang adalah anakan tikus yang diisi dengan madu sehingga, menurut penulis, ā€œbisa dengan mudah diambil menggunakan sumpitā€.

Selain China penelitian itu juga mengungkap prilaku masyarakat lain yang juga menjadikan tikus sebagai bahan makanan keseharian,

Nah, semakin kita berada di era globalisasi dan orang semakin suka berpetualang dengan pilihan kulinernya, bukan tak mungkin bahwa tikus akan makin sering muncul dalam menu restoran di sekitar kita.

Tapi bener kamu mau coba biar nggak penasaran lagi?. (Sbg/Rig)

Comments