Kritik destruktif yang terlontar saat bertengkar dengan pasangan berdampak buruk bagi pasangan
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com –  Bagi pasangan yang sudah menikah, tentunta tidak selamanya merasakan kebahagiaan seperti di negeri dongeng. Adakalanya terjadi perbedaan pandangan ataupun pertengakaran disertai lontaran kritik.

Sebenarnya pertengkaran antar pasangan adalah hal wajar. Namun kritikan, omelan dalam pertengkaran yang terus menerus nyatanya berpengaruh buruk bagi kesehatan bahkan berisiko kematian dini.

Ini Bukan soaal remeh temeh baperan. Penelitian ilmiah menunjukan kritik tajam dari pasangan yamhh dilontarkan saat pertengkaran bisa menjadi hal destruktif hingga memicu kematian. Simak ulasannya gees.

BACA JUGA: Kenali Jenis Kemarahan, Biar Nggak Ngegas Terus Sob! 

Dampak Buruk Kritik Destruktif Bagi Kesehatan

Berdasarkan hasil penelitian oleh Lafayette College pasangan yang terus menerima kritikan dan tekanan dalam hubungan, mereka memiliki kesehatan yang buruk. Adapun penelitian ini melibatkan lebih dari 3.000 orang lanjut usia dengan hampir 2.000 orang diantaranya telah memiliki pasangan.

Penulis penelitian mengukur kualitas hubungan responden dengan melihat jumlah kritik yang diterima dari pasangan mereka, termasuk tekanan apa yang diberikan dalam hubungan.

Jawaban-jawaban ini dipelajari dengan mengaitkan indeks massa tubuh (BMI) setiap orang, kesehatan yang dilaporkan sendiri (pada skala 1 sampai 5), dan jumlah obat yang mereka gunakan. Para peneliti juga mencatat peserta mana yang telah meninggal pada wawancara lanjutan.

BACA JUGA: Kode Keras Buat Kamu untuk Meninggalkan Si Dia 

Secara keseluruhan, peneliti menemukan kritik terus-menerus dari pasangan memiliki dampak paling signifikan terhadap kualitas kesehatan dan kematian seseorang, dibandingkan dengan tuntutan dan perasaan kesal.

“Kritik yang terus-menerus dapat memicu depresi, kecemasan, stres, dan kesepian,” tulis hasil penelitian itu.

Penulis penelitian mengatakan diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengidentifikasi secara tepat mengapa kritik terus-menerus dapat berdampak buruk bagu kesehatan hingga berujung kematian.

Namun menurut teori, aliran negatif dapat memicu kecemasan atau depresi, dan dapat mempersulit orang yang sebelumnya berjuang mengatasi kecemasan dan depresi untuk pulih, karena kritik dari pasangannya.

BACA JUGA: Behave, Karena Istrimu Bakal Curhat ke Temannya

Kecemasan Bisa berujung Kematian

Dalam sebuah hasil studi yang pernah diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) menemukan bahkan kasus kecemasan ringan bisa memicu dengan kematian dini.

Menurut penelitian, dampak dari hubungan negatif bahkan lebih buruk jika orang-orang tersebut terputus dari teman dan keluarga. Itu berkorelasi dengan penelitian sebelumnya juga menghubungkan kesepian dengan hasil kesehatan yang lebih buruk dan kematian dini.

Terlebih lagi, stres memiliki dampak yang sangat nyata pada risiko kematian. Hal ini terungkap  dalam  studi yang diterbitkan dalam Journal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes. Disebutkan bahwa orang dengan lebih banyak stres dan depresi berada pada risiko yang lebih tinggi untuk kematian.

“Temuan ini memiliki implikasi klinis yang penting karena mereka menunjukkan nilai pengembangan intervensi [seperti terapi] yang menargetkan menurunkan aspek negatif kualitas hubungan dengan pasangan, terutama yang terkait dengan kritik dalam hubungan,” jelas peneliti Jamila Bookwala dan Trent Gaugler yang menulis penelitian ini.

Ternyata ada benarnya yah gaes pepatah lama  yang mengatakan lidah lebih tajam dari pedang. (Sbg/Rig)

Comments