Sabigaju.com – Pertemuan antara Kim Jong Un dan Moon Jae-in akhir April lalu ternyata membawa dampak yang cukup signifikan bagi hubungan kedua negara di semenanjung Korea tersebut. Media milik pemerintah sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia, menyebutkan bahwa Korea Utara mengubah zona waktu menjadi maju 30 menit dari sebelumnya. Perubahan zona waktu ini dilakukan untuk menyamakan zona waktu dengan Korea Selatan.

Sebelumnya, zona waktu Korea Utara setengah jam lebih lambat dari Korea Selatan dan Jepang. Zona waktu yang mereka pegang adalah Waktu Pyongyang. Dikutip dari BBC Indonesia, tambahan waktu 30 menit ini diperkenalkan pada tahun 2015 sebagai perlawanan terhadap “imperialis Jepang yang jahat.” Pada masa sebelumnya waktu di Korea Utara dicocokkan dengan Tokyo pada saat semenanjung Korea berada di bawah kekuasaan Jepang.

Sedangkan zona waktu Korea Selatan dan Jepang sebelumnya juga pernah berbeda. Tepatnya pada tahun 1950 Korea Selatan mengubah zona waktunya sehingga berbeda dengan Jepang. Sepuluh tahun kemudian, Korea Selatan kembali pada zona waktu yang sama dengan Jepang hingga saat ini.

Kim Jon g Un saat meninjaukesiapan pasukan perang Korea Utara (Foto Instagram marshalkimjongun)
Kim Jong Un saat meninjaukesiapan pasukan perang Korea Utara (Foto Instagram marshalkimjongun)
Zona Waktu Korea Utara dan Korea Selatan

Pascapertemuan antarpemimpin tertinggi di dua negara Korea tersebut, Korea Utara menyamakan zona waktu dengan Korea Selatan dengan mengacu pada kota di Zona Demiliterisasi (DMZ). Zona ini tepatnya berada di Panmunjom, tempat Kim Jong Ung dan Moon Jae-in bertemu dan berjabat tangan pada 27 April 2018 lalu.

Baca juga: Selain Kim Jong Un dan Vladimir Putin, Inilah 5 Pemimpin Negara yang Juga Dikenal Diktator

Bila ditilik dari sejarah yang ada, perubahan zona waktu tak hanya dilakukan oleh Korea Utara saja. Perubahan zona waktu seringkali ada kaitannya dengan hubungan antarnegara. Jika Sobat Sabi ingin berspekulasi, bisa jadi langkah pemerintah Korea Utara untuk menyesuaikan zona waktu dengan Korea Selatan adalah angin segar untuk perdamaian kedua negara tersebut. Terlebih lagi, zona waktu yang dijadikan acuan adalah lokasi di mana Kim Jong Un dan Moon Jae-in melakukan pertemuan serta berjabat tangan untuk kali pertama.

Negara yang Mengubah Zona Waktu

Selain Korea Utara, Venezuela juga pernah mengubah waktu sebagai wujud untuk membedakan diri dari musuh bebuyutannya, Amerika Serikat. Pada tahun 2007,  pemimpin Venezuela Hugo Chaves mengubah waktu di negaranya menjadi setengah jam lebih lambat. Alasannya cukup unik, selain untuk menunjukkan perbedaan yang lebih signifikan dari AS, hal itu dilakukannya supaya memungkinkan lebih banyak orang bangun di siang hari.

Akan tetapi dengan alasan krisis ekonomi yang sedang berkembang, pemimpin Venezuela setelahnya, Nicolas Maduro mengembalikan zona waktu ke sistem sebelumnya atau empat jam di belakang GMT. Alasannya tidak lain supaya sore hari yang masih terang akan mengurangi kebutuhan energi di tengah krisis yang sedang terjadi.

Perubahan zona waktu rupanya ada kaitannya dengan hubungan antarnegara hingga kondisi krisis yang menimpa. Bisa jadi perubahan zona waktu Korea Utara adalah tanda bahwa perdamaian antara dua negara Korea tersebut akan bisa diwujudkan dalam waktu dekat. (sbg/Erny)

Comments