kontrasepsi darurat

Sabigaju.com – Perasaan aman dan jauh dari was-was mungkin Anda rasakan bila sudah menggunakan pengaman saat berhubungan seks. Tapi, apa jadinya kalau ada kejadian semacam kondom bocor? Mungkin perasaan aman tadi berubah jadi perasaan kalang kabut. Apalagi untuk Anda yang memang berniat menunda kehamilan karena kondisi tertentu. Kewajiban menggunakan kontrasepsi sebelum berhubungan seks adalah hal wajib yang tidak boleh ditinggalkan.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi kesehatan, kontrasepsi tidak hanya sebatas dipakai maupun dikonsumsi sebelum melakukan hubungan intim. Ada kontrasepsi darurat atau morning-after pill yang dapat dikonsumsi oleh wanita setelah melakukan hubungan seks.

Apa saja fungsi dari kontrasepsi darurat?

Kontrasepsi darurat bekerja efketif dalam jangka waktunya tidak lebih dari 72 jam setelah berhubungan seks. Hormon Levonorgestrel Progesterone yang cukup tinggi di dalamnya dapat menghindarkan wanita yang mengonsumsinya dari kehamilan.

Fungsi dari kontrasepsi jenis ini adalah untuk menunda ovulasi atau dilepaskannya sel telur. Selain itu, pil ini juga mencegah pembuahan sempurna dengan menggagalkan proses melekatnya sel telur yang sudah kadung dibuahi pada dinding rahim.

Bagaimana cara pakai kontrasepsi darurat?

Walaupun diklaim mampu bekerja efektif kurang dari 72 jam setelah berhubungan, akan lebih efektif lagi apabila dikonsumsi segera setelah berhubungan tanpa alat kontrasepsi. Apabila dikonsumsi kurang dari 24 jam setelah berhubungan seks, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 95%.

Berbeda dengan pil KB, pil ini tidak baik apabila dikonsumsi terlalu sering. Seperti namanya, kontrasepsi darurat hanya baik dikonsumsi dalam keadaan darurat saja. Contohnya seperti saat terjadi kerusakan kondom ketika berhubungan seks, atau jika si wanita tidak mengonsumsi pil KB sekitar 2 hari/terlambat suntik ulang lebih dari seminggu.

Apa saja efek samping dari kontrasepsi darurat?

Walaupun menjanjikan efek “aman”, namun pil ini juga mempunyai berbagai efek samping. Efek yang ditimbulkan di antaranya adalah mual, muntah, nyeri payudara, pusing, maupun kelelahan berlebih. Namun efek ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 24 jam. Terhambatnya siklus menstruasi juga mungkin terjadi setelah mengonsumsi kontrasepsi darurat.

Bagaimana cara mendapatkan kontrasepsi darurat?

Bagi yang ingin berjaga-jaga, Anda bisa mendapatkannya di pelayanan KB, Rumah Sakit Bersalin, Rumah Sakit Umum, maupun apotik. Namun biasanya kontrasepsi darurat ini harus disertakan dengan resep dokter maupun bidan praktek.

Jika Anda berencana untuk menunda kehamilan bersama pasangan, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan Anda, untuk mendapatkan pil ini sebagai cadangan jika terjadi risiko kehamilan. (Sbg/Er)

Comments