(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol bisa menimbulkan sakit kepala, kelelahan, mulut kering, dan kegelisahan secara umum. Tapi, ada satu dampak lain yang jarang didiskusikan meski seringkali menyertai hangover moment, yakni anxiety atau gangguan kecemasan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan tahun 2012, 7,4% orang yang mengalami hangover juga menderita anxiety sebagai dampaknya. Penelitian lain menunjukkan meminum alkohol dalam dosis tinggi bisa menurunkan mood, mengganggu tidur, serta meningkatkan kecemasan, juga menghasilkan gejala fisik serta emosional di hari setelahnya.

BACA JUGA: Perbedaan antara Stres, Depresi, dan Anxiety

Penelitian tersebut dipublikasikan tahun 2015 lalu. Di sana juga diungkapkan banyak social drinker—sebutan untuk orang-orang yang minum alkohol hanya di saat-saat tertentu dalam proses sosialisasi—yang  mengalami emosi tertentu pascamabuk seperti rasa malu dan rasa bersalah setelah minum alkohol.

Kenapa perasaan khawatir ini sulit dikendalikan saat hangover masih dicari tahu oleh para peneliti. Tapi, ada beberapa teori yang berkaitan meski belum terbukti secara ilmiah. Dilansir dari Huffingtonpost.com, inilah teori-teori yang dimaksud.

 Alkohol menyebabkan gangguan tidur, dan itu memicu anxiety

Ada beberapa alasan kenapa badan dan pikiran terasa sangat buruk, salah satunya adalah gangguan tidur. Apa yang terjadi ketika kamu mabuk, seperti misal, telat tidur, atau tidur terlalu panjang dan hal-hal di luar kebiasaan lainnya, akan mengganggu pola tidur. Berdasar Anxiety and Depression Association of America, penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat memicu anxiety dan sebaliknya.

Alkohol mengganggu keseimbangan otak

Otak selalu bekerja mempertahankan kestabilan dalam tubuh, termasuk secara emosional. Ketika mengonsumsi alkohol, kamu mungkin merasa lebih santai, tapi itu hanya sementara. Setelah pengaruh alkohol itu hilang, otak akan bekerja dua kali lebih keras untuk mencapai keseimbangannya. Itulah yang membuatmu pada akhirnya merasa gugup atau stres setelah mengonsumsi alkohol.

BACA JUGA: Ironi Racikan Maut ala Miras Oplosan

Alkohol membuat kamu mual dan merasa tidak sehat

Minum alkohol akan mengubah jalur sitokin. Sitokin adalah ‘pembawa pesan’ pada imun, dan bertanggung jawab untuk merespon inflamasi dan anti-inflamasi. Ketika minum alcohol, sitokin akan mendapat ‘sinyal’ yang mirip dengan ciri-ciri sakit. Makanya tak heran kalau hari-hari berikutnya kamu akan merasa kelelahan, ingin muntah, atau perubahan suasana hati. Bahkan juga termasuk kecemasan dan depresi.

Konsumsi alkohol yang berkelanjutan akan menyebabkan penurunan kadar serotonin, si hormon penenang. Tak heran kalau pada akhirnya alkohol bisa memicu anxiety. (sbg/Fitri)

Comments