Konser Pilkada di masa pandemi ditentang banyak pihak
(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com –  Nah, belakangan ini ada wacana bergulir di mana konser Pilkada diperbolehkan. Komisi Pemilihan Umum atau KPU menyatakan tidak bisa serta merta melarang kampanye dalam bentuk konser musik meski pandemi covid-19, sebab aturannya masih memperbolehkan. Selain konser musik, ternyata bazar hingga gerak jalan santai diizinkan.

Aturan mengenai bentuk kampanye langsung itu tertuang dalan Peraturan KPU atau PKPU Nomor 10 tahun 2020.  Hingga kini sudah banyak pihak yang menolak wacana diadakannya konser Pilkada.

Sebegitu pentingkah konser pilkada diadakan di masa pandemi ini, terlebih dijaman yang semakin canggih?

BACA JUGA:  Konser Live Streaming Jalan Lain untuk Perangi Corona

Perlukah Ada Konser Terbuka?

Kalau dijawab secara jujur sebenarnya konser pilkada sendiri tidak perlu diadakan. Sebab konser musik bukanlah kegiatan utamaa dalam penyelenggaraan Pilkada. Konser musik ibarat bumbu untuk menarik masa semata.

Hal ini dilakukan karena umumnya para pasangan calon Pilkada kurang memiliki kemampuan mengundang massa dalam jumlah besar. Mereka cenderung memanfaatkan musik sebagai alat alat untuk mengumpulkan massa.

Apalagi hingga kini para calon pasangan Pilkada umumnya masih doyan banget mengungkapkan konsep, visi, dan kepemimpinan mereka dalam format kuno dan kaku lewat pidato dengan segala janji manis.

Nah, di zaman canggih saat ini mana ada sih yang mau dengar kalau hal itu dilakukan. tanpa ada konser pilkada.

BACA JUGA: Mana yang Lebih Baik: Pemimpin Pria atau Wanita?

Ini Zaman Canggih Maka Calon Pasangan Harus Paham Teknologi

Nah, di zaman yang kini menuntut kamu beradaptasi dengan kecanggihan, bakal berantakan kalau punya pemimpin yang kudet sama teknologi.

Jika seorang kandidat pasangan PIlkada gagap teknologi, bagaimana mungkin dia bisa membantu kamu dan anggota masyarakat bisa maju di bidang teknologi, start up dan lain sebagainya di daerah kalian. ?

Ini lebih penting ketimbang mendatangi gaya kampanye kuno yang penuh janji manis dengan bumbu konser Pilkada.

Ngumpulin massa, nyetak bendera, nyetak kaos, biaya konsumsi dan berbagai pemborosan lain kerap terjadi di ajang kampanye manual Pilkada yang lalu-lalu. Lewat kampanye virtual, maka semua biaya ini bisa dipangkas Men. Coba saja kalau tidak percaya!

BACA JUGA:  The People vs The Tech, Kita yang Membangun Zaman Digital 

Akhiri Era Kampanye Kuno

Dan kamu harus paham nih mengapa gaya Kampanye kuno dengan konser musik yang nggak penting itu  segala harus harus diakhiri

Sadar nggak kalau dalam setiap kampanye kuno bintang utamanya ada adalah si kandidat yang berada diatas di panggung, sementara kamu dan anggota masyarakat lain seakan cuma jadi penonton yang butuh dia.

Ini kan kebali, harusnya dia yang butuh suara kamu dan masyarakat. Sebab Demokras itu: dari, oleh dan untuk rakyat. Bukan kehendak dan kuasa kandidat yang suka bawa-bawa nama rakyat.

Nah lewat kampanye virtual ataupun digital kamu dan anggota masyarakat bisa langsung berinteraksi dan bertanya dengan kandidat.

kamu bisa memakai  menu chat yang akan dibacakan moderatornya, atau langsung bertanya secara online kepada kandidatnya. Intinya komunikasi interaktif  terbangun dan  akan sangat menguntungkan masyarakat.

Kampanye virtual di masa pandemi ini lebih penting ketimbang ngalor ngidul ataupun ngeributin boleh nggaknya konser Pilkada yang nggak masuk akal. (Sbg/Rig)

Comments