Barasuara
Salah satu grup musik musik kekinian yang karyanya memuat muatan sastra dalam karya-karyanya adalah Barasuara.(Foto:Facebook Barasuara)

Sabigaju.com – Musik dan sastra kini merupakan kombinasi unik di era saat ini, dan bisa dibilang tak terpisahkan.

Ada banyak penyanyi atau band-band yang menggunakan bahasa kiasan dalam penulisan liriknya.

Nah, salah satu grup musik musik kekinian yang karyanya memuat muatan sastra adalah Barasuara.

Band yang mengusung genre alternative rock ini terbentuk tahun 2011 dan kini menjadi perhatian banyak telinga karena memiliki karakter yang kuat dan berbeda dari segi komposisi musik dan lirik.

Nah, dalam kesempatan ini Sabigaju mau bahas Barasuara buat kamu semua.

BACA JUGA:

 

Kaya Kiasan Sastra

Barasuara hadir dengan memadukan musik cadas dengan lirik yang sarat  makna yang kaya sastra.

Mereka hadir menjadi alternatif lain cara menikmati musikalisasi puisi yang cenderung didominasi musik-musik akustik.

Barasuara
(Foto: Facebook Barasuara)

Hal itu bisa dilihat dalam lagu-lagu mereka seperti, Sendu Melagu, Tarintih, Menunggang Badai, Bahas Bahasa, Api dan Lentera, Mengunci Ingatan, Hagia dalam album Taifun yang dirilis mereka empat tahun silam..

Barasuara begitu kreatif melagukan setiap kata yang dikolaborasikan bersama nada-nada sehingga dapat kita dengarkan dan menenangkan.

Album Baru  Lebih Exploratif

Nah, belum lama ini band ini akhirnya meluncurkan album terbaru berjudul Pikiran dan Perjalanan. Album kedua yang diberi tajuk Pikiran dan Perjalanan memiliki begitu banyak tema.

Menurut pentolan band ini, Iga Massardi, Pikiran dan Perjalanan adalah sebuah memoir tentang kompleksitas perasaan, ekspektasi, kebahagiaan, kekecewaan, dan naik turunnya kondisi mental manusia.

Secara keseluruhan, tema lagu dalam album Pikiran dan Perjalanan adalah kehidupan sebagai manusia yang mengalami banyak hal, mulai dari positif sampai negatif. Tinggal manusia itu sendiri yang memilih ingin menjadi seperti apa dan bagaimana.

Barasuara
(Foto: Facebook Barasuara)

Band ini merupakan kumpulan para musisi dengan skill dan musikalitas mumpuni dan merata.

Band yang beranggotakan Iga Massardi, Gerald Situmorang, Marco Steffiano, TJ Kusuma, Asteriska Widianti dan Putri Chitara selalu menyodorkan Energi yang mereka hadirkan juga terbantu dengan aksi panggung Gerald Situmorang, Iga Massardi serta Icil dan Puti yang atraktif.

Dan hebatnya, band ini berhasil meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2016 untuk kategori Produksi Album Alternative Terbaik di ajang AMI Awards ke-19 melalui karyanya Bahas Bahasa.

Comments