Kondisi Anthrophobia banyak dialami orang di masa pandemi
(Foto: Freepik.cpm

Sabigaju.com – Ada sebuah fenomena yang muncul di masa pandemi dimana begitu banyak orang yang mengalami kondisi anthrophobia alias kondisi ketika seseorang memiliki rasa takut untuk berhadapan dengan manusia.

Gangguan anthropophobia umumnya bersifat sementara dan lebih sering terjadi pada remaja dengan rentang usia 13-18 tahun.

Kondisi anthropophobia sudah dianggap sebagai fobia spesifik meskipun tidak menimbulkan kelainan klinis yang eksplisit.

BACA JUGA: Aktivitas Traveling Bisa Berantakan Gegara Sederet Fobia Ini

Gejala Anthrophobia

Gejala-gejala dari anthrophobia yang umumnya terlihat adalah rasa takut yang parah, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga rasa cemas yang berhubungan dengan masa kecil.

Seseorang yang mengidap anthrophobia akan mulai mengeluarkan keringat dan bergetar saat menghabiskan waktu dengan orang lain. Wajah pengidap pun dapat memerah hingga kesulitan bernapas secara normal.

Seseorang dengan gangguan anthrophobia akan mengalami momen ‘lawan atau lari’ saat berusaha untuk melarikan diri. Selain itu, pengidapnya kerap khawatir jika seseorang akan menilai segala hal.

Pengidapcanthropophobia akan kesulitan untuk melakukan kontak pada dengan orang lain meski sudah mengenal lama rekan bicaranya.

Gangguan ini juga sering menyebabkan pengidapnya mengalami kecemasan antisipatif. Pada hari menjelang pertemuan dengan orang lain, pengidap mungkin akan mengalami kesulitan tidur.

Pengidap dapat merasakan tekanan fisik, seperti masalah perut atau sakit kepala saat waktu pertemuan semakin dekat. Hal ini dapat menyebabkan pembatalan atau tidak datang saat pertemuan.

BACA JUGA: Fobia Seks, Ketakutan yang Bikin Geleng Kepala Saat Berhubungan Seks

Fobia Bertemu Manusia di Masa Pandemi

Hasil studi yang disusun berdasar  pengamatan peneliti dari Google Trends selama 10 bulan terakhir.menyebut antrhrophobia menjadi fobia paling banyak dicari di Google tahun ini.

Kata antrhrophobia memuncak pencariannya ketika krisis virus korona terjadi dan lockdown mulai diberlakukan di banyak negara beberaapa waktu lalu.

Hasil laporan yang  pernah diperlihatkan Psych News Daily bahwa antrophbia sudah ada sejak tahun lalu, tapi di momen pandemi Covid-19, jumlahnya naik 5 kali lipat. Ini memperlihatkan bahwa 22 persen masyarakat mengalami ketakutan pada manusia.

BACA JUGA: Resah Smartphone Nggak Aktif, Waspada Nomophobia 

Filophobia dan GermoPhobia juga Muncul

Di sisi lain, Menurut laporan New York Post, khusus di Kota New York, ketakutan yang paling banyak ditelusuri adalah filopobia atau ketakutan akan jatuh cinta atau menjalin hubungan yang lebih serius.

Beda cerita dengan yang terjadi di Florida, masyarakat di sini mengalami ketakutan germophobia atau takut berkomitmen dalam ikatan pernikahan.

Kalau di California, masyarakat di sana ternyata takut tidak memiliki ponsel atau yang biasa disebut dengan istilah nomophobia.

Studi ini pun menemukan bahwa orang-orang di New Jersey takut kegelapan selama pandemi Covid-19. Lalu, di Massachusetts orang-orangnya takut dengan kegagalan, dan Indiana takut sendirian.

Kalau kamu sendiri, selama pandemi ini mengalami apa  mengalami anthrophobia juga kah? (Sbg/Rig)

Comments