Banyak kaum pria yang hingga kini merasa aneh dengan perilaku pasangannya yang kerap pipis alias buang air kecil saat sedang menikmati momen bercinta.  (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Masih jadi pertanyaan, kenapa wanita kadang suka pipis saat bersenggama? Jangankan untuk para lelaki, ini juga masih jadi pertanyaan bagi para perempuan, Sob.

Kenapa ini kerap terjadi pada wanita? Untuk pria sendiri, kita punya mekanisme dalam tubuh untuk mencegah pipis ketika have sex.

Kebayang dong, kalau pria pipis ketika itu. Rahim wanita akan terisi dengan air urin dan tentu ini membahayakan.

Kenali Penyebab PAsangan Pipis Saat bercinta

Kekhawatiran para wanita ini memang lumrah terjadi. Sebanyak 60 persen wanita mengaku sudah pernah mengalami “kebocoran” semacam ini ketika bersenggama.

Padahal, belum tentu cairan yang keluar adalah urin, melainkan ejakulasi wanita ketika orgasme, sama halnya seperti pria.

Nah, itu sebabnya, ini perlu kamu pahami agar si dia enggak malu atau kamu sendiri bisa menjelaskan padanya.

Cairan yang keluar ini memang masih diperdebatkan. Ada yang bilang bahwa ini adalah cairan orgasme semata, ada pula yang bilang bahwa ini bisa jadi urin.

Kemudian beberapa yang lain bilang bahwa ini adalah cairan sama yang dihasilkan kelenjar paraurethral, sama halnya para pria ketika ejakulasi.

Pada wanita, kelenjar paraurethral disebut juga dengan kelenjar skene, yang berada dekat dengan saluran kemih. Kelenjar ini memproduksi cairan berwarna putih.

Jaringan di sekitar kelenjar paraurethral ini menghubungkan vagina dengan klitoris sehingga bisa menstimulasi vagina. Nah, orang-orang percaya bahwa inilah yang dinamakan G-spot. Sehingga jika distimulasi, maka wanita akan mengalami orgasme yang kuat.

Hal Biasa, Tapi Perlu Waspada

Tapi, bisa jadi juga cairan yang keluar memang betul urin. Lalu kenapa urin ini bisa keluar saat bercinta?

Biasanya, ini disebut dengan inkontinensia. Pada kasus ini, urin keluar dengan tidak sengaja.

Ada tiga kelompok inkontinensia yang biasa terjadi, yakni stres inkontinensia urin, urgensi inkontinensia, dan inkontinensia urin campuran.

Tapi dari tiga kelompok tadi, 51 persen wanita lebih banyak mengalami stres inkontinensia urin. Ini bisa jadi karena tertawa, mengangkat sesuatu yang berat, batuk, hingga bersin.

Then, apakah kebiasaan pipis ini bisa berhenti? Bisa dong. Coba minta pasangan kamu untuk senam kegel agar otot pubococcygeal dan tulang ekornya kuat. Bisa dengan cara menahan aliran kencing secara berulang-ulang.

Tapi jika kebiasaan pipis ini tak bisa dihilangkan dengan jangka lama. Ada baiknya kalian konsultasi pada yang ahli ya! (Sbg/Dinda)

Comments