(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Di masa  pandemi corona ini, beberapa orang mengalami  perubahan pola aktivitas sehari-hari yang berbuntut mengalami disorientasi. Dampak disorientasi ini membuat orang jadi sulit berkonsentrasi dan lebih lambat berpikir bahkan lupa hari ini hari apa .

Selain itu, banyak orang jadi sulit mengingat-ingat hal remeh temeh seperti ” ini hari apa”. Apakah Kamu juga mengalami hal tersebut?

Banyak nih yang bertanya apakah lupa  ataupun susah mengingat hari bisa berbahaya dan mengapa hal itu Bisa terjadi di masa pandemui ini Berikut ulasannya:

BACA JUGA: Begini Cara Meredakan Empat Masalah Mental di Masa Pandemi 

Beban Pekerjaan dan Pikiran Makin Banyak

Menurut  Elissa Epel, profesor psikiatri dari University of California AS menyebut, kondisi ini terkait dampak pandemi pada kesehatan kognitif.

“Pandemi menyebabkan kombinasi antara perubahan lingkungan, hilangnya jangkar sosial, dan stres kognitif yang meningkat,” jelasnya

Bagi orang yang tinggal di rumah selama beberapa bulan atau berubahnya pola kehidupan setelah pandemi, sejumlah rutinitas harian dan mingguan jadi hilang.

Hari-hari di masa pandemi jamak dilakukan untuk menuntaskan pekerjaan rumah dan pekerjaan kantor. Akhir pekan yang dulu diisi dengan agenda menonton pertandingan olahraga, konser musik, atau film kini tak lagi leluasa.

Alasan lain kenapa banyak orang lupa hari di kala pandemi Covid-19 adalah beban pekerjaan dan pikiran makin banyak. Selama pandemi corona, banyak orang lebih sibuk karena bekerja di rumah, sekaligus mendampingi anak belajar di rumah, dan merawat anggota keluarga di rumah.

Ada juga yang harus tinggal di rumah namun terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dari kantornya. Kondisi ini sama-sama sulit serta meningkatkan kinerja kognitif dan menggunakan lebih banyak sumber daya mental kita.

BACA JUGA: Jadi Pikun Bisa Jadi Salah Satu Tanda Kamu Stres di Kantor

Gejala Stres

Profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari Northwestern University AS, Inger Burnett-Zeiglerkan, menyebutkan, kesulitan mengingat hari atau lupa hari juga bisa jadi tanda stres.

“Pandemi corona adalah sumber stres kronis karena berlangsung intens selama berbulan-bulan,” kata Burnett-Zeigler.

Tingkat stres yang tinggi tersebut dapat mengganggu konsentrasi dan memengaruhi perhatian seseorang, termasuk memori jangka pendek.

Tak Perlu Kecil Hati

Namun kamu tidak perlu berkecil hati jika kamu menjadi seorang yang sedikit pelupa. Sebab menurut  penelitian beberapa waktu lalu, menjadi pelupa yang tidak berlebihan justru bisa menjadi kelebihan, ingatan yang selektif bahkan bisa menjadi pertanda kecerdasan yang lebih kuat.

Peneliti Paul Frankland dan Blake Richards dari University of Toronto menemukan bahwa neurobiologi melupakan bisa sama pentingnya dengan pengambilan keputusan seperti halnya yang dipilih oleh pikiran kita untuk diingat

Para peneliti menemukan bahwa otak memfasilitasi pengambilan keputusan dengan menghentikanmu dari terlalu fokus pada detail kecil di masa lalu.

BACA JUGA: No Pesimis, New Normal Waktunya Kita Junjung Optimisme! 

Jika kamu seorang analis yang bertemu dengan klien setiap minggu, otak kamu akan mengenali bahwa ini adalah klien yang nama dan kisahnya perlu kamu ingat.

Jika ini adalah seseorang yang mungkin tidak akan pernah kamu jumpai lagi, otak kamu akan menimbang informasi itu dengan sesuai untuk menghapus atau melupakannya.

Otak manusia bekerja lebih cerdas dari yang banyak orang ketahui. Otak bertujuan untuk mengingat cerita yang tepat, bukan mencari setiap cerita tanpa terkecuali. (Sbg/Rig)

Comments