Kita harus waspada potensi La Nina di tengah pandemi corona
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.comBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat akan terjadinya fenomena La Nina.

La Nina sendiri merupakan peristiwa di mana terjadi penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur, yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin pasat timur yang bertiup di sepanjang samudera pasifik.

Fenomena La Nina dapat memicu frekuensi dan curah hujan yang jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga bisa memunculkan potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor

Yup, meski namanya terkesan indah, tapi La Nina ternyata cukup mengerikkan yah gaes. Dan kita perlu waspada terhadap berbagai kondisi  yang bisa timbul dari fenomena La Nina  yang diprediksi akan terjadi di Indonesia.

BACA JUGA:  Siapkan Dirimu Mengantisipasi Bencana Banjir 

Curah Hujan Meningkat dan Potensi Bencana Banjir

La Nina dapat memicu frekuensi dan curah hujan yang jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh karenanya perlunya kewaspadaan terhadap kondisi hujan di atas normal pada 20 hari pertama bulan Oktober 2020.

La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

Hal ini  akan sangat terasa dampaknya bagi kota dan daerah yang tidak mempunyai resapan air yang bagus, contohnya Jakarta.

Di mana hujan yang terjadi selama beberapa jam sudah cukup untuk membuat Jakarta tergenang banjir.

BACA JUGA: Fesyen Tahan Air dan Mudah Kering di Saat Hujan

Waspada Potensi Penyakit Lain

Dampak Fenomena ini juga berpengaruh terhadap permasalahan-permasalahan kesehatan yang meningkat seiring dengan tingginya potensi bencana alam.

Kita perlu waspada mengingat ancaman banji akibat dmpak La Nina ini bersamaan dengan pandemi COVID-19 yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Sehingga mitigasi untuk kedua persoalan ini harus diselaraskan agar tidak terjadi klaster baru penularan virus corona.⁣

Banyaknya penyakit-penyakit menular Water-borne disease (penyakit yang terbawa air) seperti, Diare, demam tipus, kolera,disentri, leptospirosis, dan hepatitis A perlu diwaspadai terutama pada daerah-daerah yang rawan banjir.

BACA JUGA: Sanksi dan Resiko Bahaya Berteduh Sembarangan Saat Hujan 

Waspada Saat Berteduh

Hujan lebat yang disertai angin kencang patut diwaspadai, khususnya oleh warga masyarakat yang berada di ruang publik, seperti berkendara atau berlindung  dari hujan lebat disertai angin kencang.

Sebaiknya para pengendara berlindungdari hujan lebat  yang disertai angin  kencang  berlindung di dalam bangunan yang kokoh.

Upayakan untuk tidak berteduh di bawah pohon.Dan pastikan kamu selalu sedia jas hujan kalau mengendarai motor.

Saat berlindung para pengendara motor harus memperhatikan jarak jika terpaksa harus berteduh bersamaan dengan pengendara lain. Hal itu dilakukan mengingat penyebaran COVID-19 dapat terjadi di lokasi berteduh.

Dan jangan lupa menjaga jarak, memakai masker dan sering mencuci tangan. (Sbg/Rig)

Comments