Usai 12 tahun hidup bersama serigala di hutan, Rodriguez kini merasa kecewa dengan kehidupan manusia

Sabigaju.com – Kala itu, Marcos Rodriguez Pantoja pergi ke gunung bersama orangtuanya. Mereka berniat mengurus 300 ekor hewan di sana demi menggantikan seorang gembala. Namun ketika dia tengah belajar membuat api dengan beberapa peralatan, orangtuanya lenyap dan Rodriguez kecil pun ditinggal sendirian.

Rodriguez yang saat itu berusia 7 tahun akhirnya terpaksa bertahan hidup dengan beberapa hewan di gunung sana. Tanpa sengaja kawanan serigala menemukan dan mendatanginya. Sang serigala betina memberinya makan dan tempat untuk tidur di dalam sebuah gua.

Kisah ini mungkin mengingatkan kita pada sebuah film fiksi berjudul Tarzan atau The Jungle Book. Sayangnya, apa yang dialami Roriguez adalah nyata. Ia tinggal bersama kawanan serigala selama 12 tahun di salah satu gunung di Spanyol, hingga akhirnya otoritas setempat menemukan dan mengevakuasinya.

Kehidupan Rodriguez saat ini

Rodriguez kini berusia 72 tahun dan tinggal dalam sebuah rumah. Rumah itu ia sebut dengan “rumah kecil dan dingin”. Ya, ia merasa kecewa dengan kehidupan manusia. Kebahagiaan terakhirnya ada pada gunung yang ia tempati bersama keluarga serigalanya.

Kehidupan Rodriguez bersama manusia membuatnya sedih. Ia mengaku pernah dicurangi, di-bully dan dieksploitasi di tempat kerjanya. Rodriguez selalu ditertawakan karena tak pernah paham tentang politik, sepakbola dan kehidupan modern lainnya. Baginya, manusia selalu punya tipu daya.

“Aku sempat merasa tak nyaman dengan banyak suara, mobil dan orang yang berlalu-lalang seperti semut. Jika semut berjalan dengan arah yang sama, orang pergi kemanapun. Dan aku selalu takut menyeberang jalanan,” katanya, bercerita tentang kehidupan awalnya di kota.

Rodriguez pun akhirnya berupaya membuat hutannya sendiri. Ia membangun rumah kecil dengan banyak tanaman serta bunga, agar ia merasa hidup kembali di dunia liar.

Rodriguez di Alam Liar

Rodriguez mencoba menguliti ingatannya kala ia hidup dengan kawanan serigala. Saat itu, sang induk mencoba memberinya makan dengan daging mentah. Karena takut diserang, ia tak menyentuhnya. Namun induk serigala itu malah menyodori daging menggunakan hidungnya ke arah Rodriguez.

“Aku berpikir dia akan menggigitku, kemudian dia menjulurkan lidahnya, menjilatiku. Akhirnya aku menjadi bagian dari keluarganya,” tutur Rodriguez.

Ia juga mengaku tak pernah kesepian. Rodriguez sering bermain bersama anak serigala lain. Jika waktu makan tiba, sang induk datang membawa makanan.

Rodriguez juga hidup di hutan dengan bertelanjang kaki dan setengah bugil. Tak hanya itu, ia berkomunikasi dengan derungan layaknya seekor serigala. Ia bahkan masih bisa paham bagaimana berkomunikasi dengan seekor rusa, rubah dan elang.

“Mereka mengajariku bertahan hidup, mengajariku mana berry dan jamur yang aman untuk dimakan,” urai Rodriguez.

Ketika Rodriguez mencoba kembali ke hutan, keluarga serigalanya justru tak mengenalinya. “Aku memakai cologne, dan bauku seperti manusia.”

Kisah kehidupan Rodriguez ini akan segera difilmkan dengan judul “Among Wolves“. Film ini akan tayang pada 2010 mendatang. (sbg/Dinda)

Comments