Sabigaju.com – Selamat Hari Ibu! Hari Ibu nasional diperingati bangsa Indonesia setiap tanggal 22 Desember, sejak diresmikan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden RI No. 316 Tahun 1959. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari pembuka Kongres Wanita pertama di Indonesia yang berlangsung pada 22-25 Desember 1928.

Awalnya, Hari Ibu memang diperingati untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Namun, kini makna Hari Ibu telah banyak berubah. Hari Ibu diperingati untuk mengenang jasa-jasa seorang ibu, dan dirayakan dengan cara menyatakan cinta, juga mengadakan berbagai acara dan kompetisi.

Ya, biarlah peringatan Hari Ibu ditafsirkan seperti apa dan dengan cara bagaimana. Tanpa perayaan pun Ibu tetap dan akan selalu memiliki peran istimewa, khususnya anak-anaknya.

Banyak sekali kisah perjuangan seorang ibu yang banting tulang, bahkan hanya demi sekadar memberi anaknya makan. Banyak pula yang bekerja mati-matian demi anaknya mampu mengenyam pendidikan tinggi, lebih tinggi dari dirinya sendiri. Ibu memang pelita dalam keluarga. Di bawah ini ada beberapa kisah perjuangan ibu-ibu tangguh yang mungkin belum pernah Anda dengar, dilansir Sabigaju dari berbagai sumber.

Kisah Ibu Perkasa Demi Membesarkan Anak

1. Suratmi, menjual jamu keliling untuk kuliahkan anak

Sumber: Tribunnews.com

Perempuan asal Solo ini merantau ke Tangerang bersama suaminya sejak umur 17 tahun. Menjual jamu adalah satu-satunya keahlian yang ia miliki. Ilmu meracik jamu ini ia dapat dari saudara dan teman-temannya.

Meski hanya jualan jamu, Suratmi berhasil menyekolahkan anaknya, Suranto, hingga lulus S1 di sebuah universitas di Solo. “Anak pertama saya kuliah S1 sampai kelar dari hasil jual jamu ini,” cerita Suratmi dengan bangga, dilansir dari tribunnews.com.

2. Ibu kuli bangunan

Sumber: Tribun Kaltim

November 2016 lalu, foto seorang ibu yang tengah menyusun batu bata sambil menggendong anak di punggungnya sempat viral di Facebook. Foto tersebut mengundang reaksi netizen. Sebagian dari mereka memuja kerja keras ibu tersebut, sebagian lagi menyayangkan karena apa yang ia lakukan bisa turut membahayakan buah hati yang ia gendong.

 3. Sopir truk tangguh, ibu Syarifah Firdausi

kisah ibu
Sumber: Pojoksatu.id

Profesi sopir truk identik dengan laki-laki. Untuk menjalaninya, butuh keterampilan menyetir yang tinggi sebab tentu saja mengendarai truk akan berbeda dengan mengendari mobil biasa. Namun, Syarifah Firdausi memilih melakoni pekerjaan demi menghidupi 8 orang anaknya.

Truk besar ini dioperasikan untuk mengangkut benda-benda material baik dalam kota maupun antar kota. Truk ini ia beli sendiri, dengan uang yang ia pinjam dari bank. Awalnya penjual jasa angkutan material ini ia kerjakan bersama suaminya, namun ternyata suaminya berkhianat hingga ia pun memilih melakukannya sendiri. Tak ada hari libur, kapanpun ada orang butuh jasanya ia akan siap mengantar.

Tiga kisah tersebut hanya gambaran kecil. Di luar sana masih banyak sekali ibu-ibu yang rela bekerja banting tulang untuk anak-anak mereka. Kasih ibu memang tak terhingga sepanjang masa. Terima kasih, Selamat Hari Ibu untuk Ibu-ibu di seluruh Indonesia! (Sbg/Ftr)

Comments