Sabigaju.com – “Hidup adalah anugerah dan setiap hari haruslah spesial. Aku tau akan ada naik turun dalam kehidupan setiap hari, tapi hari hariku dengan cintaku membuatku bersyukur” Hope Dezember.

Divonis oleh dokter sebagai pengidap ALS atau Lou Gehrig’s Disease, Steve Dezember justru memutuskan hal besar dalam hidupnya. Kisah Cinta Sejati Antara Steve dan Hope Dezember dimulai. Tiga hari setelah vonis dokter akan penyakitnya, 12 Agustus 2011, Steve melamar kekasihnya, Hope. Meskipun ia menyiapkan cincin lamaran, Steve tidak berharap banyak Hope akan menerimanya. Ia bahkan berkata bahwa ia siap mendengar jawaban tidak dari Hope. Kenyataan yang justru terjadi adalah kebalikan dari pikirannya, Hope berkata ‘ya’, ia bersedia menikahi Steve.

Persiapan pernikahan mereka hanya terjadi dalam dua bulan, dimana pada Oktober 2011 mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Hadiah bulan madu mereka adalah dari para sahabat, dan sebagai suami istri baru, mereka sangat menikmati kebersamaan itu. Seakan mereka lupa bahwa Steve mengidap penyakit yang begitu parah, mereka tetap menjalani hari mereka dengan positif.

ALS adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang fungsi sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Lima bulan setelah pernikahan mereka, Steve mulai sering jatuh. Mereka sama sekali tidak membayangkan bahwa penyakit tersebut akan berkembang secepat itu. Bulan berikutnya, Steve harus berada di kursi roda untuk kegiatan sehari-harinya. Hope selalu setia menjaga dan menemani Steve, termasuk berhenti dari pekerjaannya demi berada di dekat suaminya. Setiap hari merawat Steve memberikan Hope banyak tantangan dan cerita, terlebih berkat baginya. Mereka merasa sepanjang pernikahan mereka, segala naik turunnya dinamika hubungan mereka adalah pelajaran yang selalu disyukuri.

Setiap hari mereka menjalani rutinitas dan Steve selalu berterima kasih pada Hope atas segalanya. Hope juga tahu bahwa Steve tetaplah Steve walau tanpa kemampuan fisiknya secara utuh. Dari mulai keceriaan yang dibawa Steve dari kursi rodanya, hinggal kejutan ulang tahun yang ternyata disiapkannya untuk Hope. Sejak dokter memprediksi hidupnya hanya akan bertahan maksimal dua hingga lima tahun, Steve merasa harus memanfaatkannya dengan baik. Ia mulai bekerja dari kursi roda sebagai pengamat saham, dan pelukis. Hasil lukisannya dijual oleh Hope, serta berbagai pernak-pernik lainnya yang dapat menghasilkan uang.

Hope dan Steve percaya bahwa ALS adalah berkat yang tersembunyi dari Tuhan untuk mereka dan orang banyak.

Hingga hari ini, Steve semakin membaik walau untuk berkomunikasi ia menggunakan alat bantu visual. Orang-orang di sekitar mereka sangat suportif dan mereka sangat bersyukur karenanya. Steve dan Hope adalah sepasang suami istri yang menginspirasi banyak orang lewat kisah dan perjuangannya. Mereka membuka mata dunia untuk tidak hanya berpartisipasi secara finansial, tapi juga semangat hidup dan rasa syukur. Sebuah kru film dokumenter merekam kisah dan keseharian mereka untuk dijadikan tayangan di televisi dan internet. Banyak pihak lainnya yang juga peduli dan terkesan dengan kegigihan Hope dalam mewujudkan cintanya pada Steve. (Sbg/Nov)

Comments