Sumber: Reuter

Sabigaju.com – Kabar mengejutkan datang dari Presiden Korea Utara, Kim Jong Un. Kim Jong Un bersama sang ayah Kim Jong Il pernah diam-diam mengunjungi Brazil dengan paspor yang diduga palsu atau illegal. Paspor Brazil tersebut digunakan kedua pemimpin Korea Utara untuk mendapatkan visa dari negara-negara barat.

“Mereka menggunakan paspor Brazil ini, yang memperlihatkan foto Kim Jong Un dan Kim Jong Il, untuk mendapatkan visa dari kedutaan asing,” kata seorang sumber keamanan senior yang tidak disebut namanya kepada Reuters, Rabu (28/2).

Pernyataan Seorang Sumber Keamanan Senior Terkait Paspor Brazil Kim Jong Un

Hal ini disampaikan oleh lima sumber keamanan senior Eropa Barat mengatakan kepada Reuters. Empat sumber keamanan senior Eropa mengonfirmasi bahwa dua paspor Brasil itu, Kim Jong Un tertuliskan nama Josef Pwag. Sedangkan milik Kim Jong Il bertuliskan nama Ijong Tchoi digunakan untuk mengajukan visa setidaknya dua negara Barat. Sedangkan satu sumber lainnya mengatakan bahwa kedua paspor itu adalah dokumen sah yang dikirimkan dalam keadaan kosong.

Kunjungan tersebut dikabarkan terjadi pada tahun 1990-an. Meski diketahui keluarga penguasa Korea Utara tersebut melakukan perjalanan dengan paspor palsu namun tidak ada bukti yang lebih spesifik. Bahkan bukti fotokopi paspor Brazil yang beredar di dunia maya belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Paspor Brazil Milik Kim Jong Un untuk Kabur?

Menurut sumber dari keamanan senior diduga paspor Brazil tersebut digunakan Kim Jong Un dan keluarganya untuk membuat rute yang memungkinkan untuk pelarian. Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi atau pernyataan resmi dari Kedutaan Korea Utara di Brazil. Sedangkan, kementerian Luar Negeri Brazil akan menyelidiki kasus tersebut.

Selain digunakan untuk pergi ke Brasil, kedua paspor tersebut kemungkinan digunakan juga untuk pergi ke Jepang dan Hong Kong. Sampai saat ini belum diketahui pula apakah ada visa yang dikeluarkan terkait paspor tersebut.

Paspor Brazil milik Kim Jong Un ini terihat memiliki masa berlaku 10 tahun dan memiliki cap bertuliskan Kedutaan Besar Brasil di Praha. Dapat dilihat juga bahwa paspor itu diterbitkan pada 26 Februari 1996. Sebagai sumber, Reuters tidak bisa memastikan keaslian dokumen tersebut. Reuters juga menolak menjelaskan dari mana fotokopi paspor tersebut didapatkan. (Sbg/Aq)

Comments