Sabigaju.com – Setelah akhir April lalu Kim Jong Un bersama Moon Jae-in melakukan pertemuan yang menarik perhatian publik dunia. Kali ini, rencana Kim Jong Un untuk bertemu dengan Donald Trump terus dimatangkan. Beberapa hari yang lalu Trump memang sempat membatalkan rencana pertemuan tersebut secara sepihak. Namun berselang sebentar, rencana pertemuan itu kembali digodok dan diagendakan akan dilaksanakan pada 12 Juni 2018 di Singapura.

Pertemuan Pertama dalam Sejarah

Bila rencana pertemuan Presiden Kim dan Trump benar-benar direalisasikan, maka pertemuan ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah. Pertemuan pertama antara pemimpin Korea Utara dengan presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat.

Sebelum pertemuan ini dilakukan, Presiden Trump akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Keduanya sudah menjalin komunikasi intens dan sepakat kalau akan bertemu sebelum pertemuan Trump dengan Jong-Un pada KTT Amerika-Korea Utara, 12 Juni 2018 di Singapura.

Baca juga: Selain Kim Jong Un dan Vladimir Putin, Inilah 5 Pemimpin Negara yang Juga Dikenal Diktator

Pertemuan Trump dengan Abe tersebut antara lain untuk membahas pentingnya mencapai kesepakatan soal penanggalan lengkap senjata nuklir di Korea Utara. Dikutip dari Kumparan, perwakilan gedung putih mengungkapkan bahwa dalam diskusi itu menegaskan keharusan bersama untuk mencapai penanggalan lengkap dan permanen terkait senjata nuklir, kimia, dan biologi Korea Utara dan program rudal balistik.

Pertemuan akan fokus membicarakan denuklirisasi di Semenanjung Korea

Tak banyak informasi yang dibagikan seputar rencana pertemuan antara Kim dan Trump. Namun yang pasti, pertemuan mereka memang akan fokus pada denuklirisasi di Semenanjung Korea. Hal ini dapat dipastikan menjadi topik utama dalam pertemuan. Apalagi Trump dan Abe juga melakukan pertemuan sebelum bertemu dengan Kim Jong Un untuk membahas topik yang sama.

Baca juga: Kim Jong Un dan Ayahnya ke Brazil dengan Paspor Palsu?

Di samping pembahasan tentang denuklirisasi, pertemuan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketegangan di antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Kemudian dilansir dari BBC Indonesia, baik Amerika Serikat maupun Korea Utara akan mengutarakan rincian masing-masing tentang denuklirisasi tersebut.

Saat ini, delegasi Amerika Serikat yang dipimpin oleh mantan Duta Besar AS untuk Korea Selatan, Sung Kim dan delegasi Korea Utara, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Choe Son-hui sedang membahas syarat minimum yang ditetapkan oleh Amerika Serikat dan harus dipenuhi oleh Korea Utara sebelum pertemuan diselenggarakan. Informasi tersebut disampaikan oleh Rupert Wingfield-Hayes, seorang wartawan dari BBC di Seoul. Selain itu, mereka juga membahas tentang apa saja yang dilonggarkan oleh Korea Utara. (Sbg/Erny)

Comments