Sabigaju.com – Setelah bercerai dengan Ben Kasyafani empat tahun lalu, Marshanda kini memiliki keterbatasan ruang dan waktu untuk bertemu dengan putrinya, Siena. Hal itu terjadi karena hak asuh anak jatuh ke tangan Ben.

Minggu (15/4), Marshanda mencurahkan perasaannya lewat postingan panjang di Instagram. Ia mengutarakan kerinduannya pada sang anak, Siena, yang tinggal terpisah dengannya. Sedikit banyak, ia juga bercerita mengenai ketidakmampuannya mengurus sang anak karena pernah mengalami sakit mental. Alasan pengadilan memberikan hak asuh pada Ben Kasyafani adalah karena Marshanda mengalami gangguan bipolar atau gangguan emosi naik turun yang cukup ekstrem.

Banyak orang mengira Marshanda sedang galau karena postingan tersebut. Namun, dirinya justru mengaku lega setelah menulis postingan Instagram tersebut. Hal ini karena ia merasa bahwa menulis merupakan healing untuknya. Dengan menulis, ia bisa mengutarakan perasaan rindu yang sudah lama ia pendam pada anak semata wayangnya tersebut.

Ben Kasyafani juga mengunggah postingan Instagram yang berisi keinginannya untuk mengajak Marshanda berdamai dengan masa lalu dan bersama-sama membesarkan Siena dengan kasih sayang yang cukup. Ia juga menggambarkan bagaimana Siena sangat menyayangi ibunya.

Kiat Mendapatkan Hak Asuh Anak

Ada beberapa kiat untuk seorang single parent agar mendapatkan hak asuh anak. Salah satunya adalah dengan mempelajari lebih lanjut tentang cara pengasuhan anak di daerah Anda. Perhatikan pula adat istiadat setempat sehingga Anda dapat lebih mudah menyesuaikan diri. Pelajari tentang pengasuhan anak dan juga hak-hak Anda sebagai orang tua.

Selanjutnya, Anda dapat menuliskan semua aktivitas yang berhubungan dengan anak Anda dan mencatat semua informasi tentang anak Anda. Anda juga dapat menulis semua informasi yang relevan sehingga dapat berguna di kemudian hari terutama pada masa persidangan Anda. Anda juga dapat mengumpulkan orang-orang yang dekat dengan anak Anda seperti guru atau dokter sehingga dapat membantu Anda dengan menjadi saksi. Hal ini akan dapat memperkuat keberadaan Anda.

Yang tidak kalah penting adalah Anda harus memprioritaskan anak Anda. Jangan pengaruhi anak Anda untuk memilih Anda dibanding orang tua lainnya. Anda harus perhatikan bahwa anak Anda adalah pihak yang paling dirugikan sehingga jangan persulit lagi dirinya. Pikirkanlah apa yang terbaik untuk anak Anda daripada hanya mementingkan kebutuhan Anda semata. (Sbg/Van)

Comments