Serangan Jantung
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com –  Bercint adalah kegiatan seksual yang bisa dikatakan sebagai hal yang yang normal dalam kehidupan manusia. Namun demikian hingga kini masih banyak  penderita penyakit jantung kerap khawatir bila aktivitas yang satu ini bisa memicu serangan jantung.

Bahkan tak sedikit dari mereka yang menghindari aktivitas seksual karena takut akan resiko mati mendadak akibat serangan jantung.  Alias suatu kondisi di mana jantung tiba-tiba berhenti berdetak, menghentikan aliran darah ke otak dan organ vital lainnya.

Sebenarnya apakah bercinta bisa memicu serangan jantung? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

BACA JUGA: Seks dan Harapan Hidup Penderita Serangan Jantung

Penelitian Bercinta dan Gagal Jantung

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology tersebut, peneliti menganalisis informasi dari lebih dari 4.500 orang yang mengalami serangan jantung dalam sebuah komunitas di Amerika Serikat.

Para peneliti mengklaim, penelitian ini adalah yang pertama meneliti aktivitas seksual sebagai pemicu seseorang mengalami kondisi  gagal jantung di kalangan populasi umum.

Studi ini menemukan, di antara kasus-kasus tersebut, kurang dari satu persen kasus gagal jantung terjadi ketika atau sesaat setelah berhubungan intim.

“Meski kondisi jantung tiba-tiba berhenti berdetak adalah kondisi dengan kemungkinan kematian yang tinggi. Tapi, kemungkinan hal ini terjadi selama bercinta sangat rendah,” ujar Dr. Sumeet Chugh, penulis senior yang turut dalam studi tersebut.

BACA JUGA: Kamar Remang-remang Baik untuk Kesehatan dan Kehidupan Seksual

Minim Resiko dan Nggak Perlu Khawatir

Studi tersebut menemukan: di antara laki-laki, sekitar 1 dari 100 kasus gagal jantung dikaitkan dengan hubungan seksual, hanya 1 dari 1.000 kasus terjadi pada perempuan.

Orang yang mengalami gagal jantung saat berhubungan seksual cenderung sedikit lebih muda, rata-rata berusia sekitar 60 tahun, dibandingkan mereka yang mengalami serangan jantung mendadak pada waktu lain, rata-rata berusia sekitar 65 tahun.

Namun, mereka yang mengalami kondisi gagal jantung saat berhubungan seks punya kemungkinan yang sama memiliki kondisi jantung atau sedang dalam pengobatan jantung, seperti halnya mereka yang mengalami serangan pada waktu lain.

BACA JUGA: Menjadi Vegan Bakal Bikin Kehidupan Seks Pria Menjadi Lebih Baik?

Studi tersebut juga menemukan bahwa meskipun seseorang mengalami kondisi jantung berhenti berdetak yang terkait dengan aktivitas seksual, biasanya disaksikan oleh pasangan orang tersebut. Dan bystander CPR hanya dilakukan pada sepertiga kasus.

Bystander CPR adalah CPR yang dilakukan oleh saksi sebelum mendapat pertolongan lebih lanjut ke rumah sakit.

Nah, jika CPR dipelajari dan dilakukan oleh semua pasangan seksual, ada kemungkinan baik untuk meningkatkan kelangsungan hidup.

Menurut periset, temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya CPR untuk pasien serangan jantung.

So, gaes, nggak usah khawatir yah untuk tetap aktif bercinta dengan pasanganmu. (Sbg/Rig)

Comments