Ketupat sebagai makanan khas lebaran
(Foto: Pinterest)

Sabigaju.com – Ketupat menjadi makanan khas saat Lebaran yang paling familiar di Indonesia. Sampai-sampai setiap daerah di Indonesia bahkan punya kreasi semacam ketupat yang juga disantap saat Idulfitri tiba. Di balik khas-nya ketupat untuk menu makanan Lebaran, sebenarnya ada asal-usul yang panjang.

Sejarawan kuliner sekaligus penulis buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, Fadly Rahman, pernah menyampaikan kepada Kompas tentang asal-usul ketupat menjadi makanan khas saat Lebaran. Asal-usul ketupat hingga menjadi makanan khas Lebaran erat kaitannya dengan salah satu wali dari Wali Songo, Sunan Kalijaga.

BACA JUGA: Kuliner di Hari Lebaran yang Penuh Makna

Pada abad ke-15 hingga ke-16 Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai sarana syiar agama Islam. Ketupat bukan hanya makanan, tetapi menyimpan makna mendalam yang mengandung unsur budaya dan filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai ke-Islaman.

Ketupat juga biasa disebut kupat oleh orang Jawa dan Sunda. Kupat merupakan kependekan dari ngaku lepat yang artinya mengakui kesalahan. Sejarawan Fadly juga menambahkan sebagaimana dilansir dari Kompas, kupat ketupat juga dimaknai dengan laku papat (empat laku) yang melambangkan empat sisi dari ketupat.

Disinyalir Ketupat Sudah Jadi Makanan Khas Sejak Zaman Pra-Islam

Meskipun ketupat identik dengan Idulfitri dan umat Islam, tetapi tak dipungkiri kalau ketupat kemungkinan besar sudah ada sejak zaman pra-Islam. Nyiur atau daun kelapa dan beras merupakan sumber daya alam yang sudah dimanfaatkan sejak zaman tersebut. Bahkan di Bali pun ada ketupat yang lebih populer dengan sebutan tipat yang digunakan dalam ritual ibadah.

Oleh karena itu, walaupun tidak ada prasasti yang menyebut secara spesifik kalau ketupat ada sejak zaman pra-Islam, tetapi indikasi beras dibungkus dengan daun kelapa untuk santapan sudah ada kala itu.

Ketupat adalah Makanan Hasil Akulturasi Budaya

Berdasarkan penjelasan Fadly Rahman tersebut, ketupat bisa dibilang adalah makanan hasil akulturasi budaya. Ketupat yang disinyalir ada sejak zaman sebelum Islam kini menjelma menjadi makanan khas saat Lebaran yang begitu identik dengan umat muslim.

BACA JUGA: Tradisi Lebaran di Indonesia yang Perlahan Mulai Menghilang

Sebagai makanan dari zaman sebelumnya, ketupat kini mengandung makna dan nilai-nilai ke-Islaman yang padu karena jasa Sunan Kalijaga sebagai sosok yang sukses membaurkan pengaruh Hindu pada nilai-nilai ke-Islaman dalam bentuk ketupat.

Dengan demikian, ketupat menjadi makanan khas saat Lebaran yang memiliki makna filosifis, bernilai sejarah, dan mengandung nilai-nilai ke-Islaman serta wujud nyata dari keberhasilan akulturasi budaya. Ternyata, di balik lezatnya ketupat yang sering kali disantap dengan opor ayam, sambal goreng ati, maupun rendang menyimpan sejarah yang panjang. (Sbg/Erny)

Comments