ayah single parent
Menjadi ayah single parent hal yang sulit. Tapi ya memang enggak mudah juga. Yang penting, kamu harus bawa santai dan tetep belajar.

Sabigaju.com – Pria single parent itu cool! Gimana enggak, membesarkan anak bersama pasangan aja udah keren, apalagi kalau bisa melakukannya hanya dengan seorang diri.

Memang sih, sedih banget karena hubungan kamu dengan pasangan harus berakhir. Tapi ketika hak asuh anak ada di tangan kamu, kamu harus siap bertahan demi masa depan mereka.

Jangan berpikir bahwa menjadi ayah single parent hal yang sulit. Tapi ya memang enggak mudah juga. Yang penting, kamu harus bawa santai dan tetep belajar.

BACA JUGA:

 

Organizing

Ini yang bakal kamu hadapi karena biasanya sang istri yang melakukannya. Misal kayak bagaimana caranya menyimpan baju dengan benar, stok makanan, atau stok belanjaan di kulkas.

(Foto: Pexels)

Susah? Pasti. Tapi kamu akan bisa kalau dilakukan dengan biasa. Belum lagi harus beresin semua barang anak.

Anak Perempuan

Yang ini emang challenging banget mengingat anak perempuan punya segudang rahasia nantinya. Misal ketika baru pertama kali datang bulan.

Dia pasti bingung harus bercerita seperti apa kepada ayahnya. Nah, tugas kamu tentu memberi perhatian lebih.

(Foto: Pixabay)

Perhatikan apa yang menjadi kebiasaannya. Jadilah pendengar yang baik agar dia tak pernah sungkan menceritakan apapun sama kamu.

Yang terpenting, kamu tidak boleh terlalu over-protect karena dia pasti akan berpikir kamu menyebalkan.

Ajari untuk mencari role model yang baik agar dia bisa tumbuh menjadi anak yang baik pula. Jadilah ayah yang baik agar kelak ia mencari pasangan yang mirip seperti ayahnya.

Minta Bantuan

Jika terasa sangat berat, tentu kamu harus mencari bantuan. Jangan sampai semua rutinitas membuat kamu stres.

Misal ketika kamu tak sanggup harus mencuci pakaian, maka kamu bisa menyewa jasa asisten rumah tangga. Atau paling tidak, kamu bisa membawanya ke laundry.

(Foto: Pexels)

 

Sungguh sangat dimengerti kok, Sob, bahwa kamu tetap harus bekerja mencari nafkah di samping harus mengurus rumah.

So, ask for help adalah cara terbaik. Jangan lupa kamu juga harus menjaga kesehatan sendiri. Datangi tenaga ahli seperti psikolog atau dokter jika memang kamu membutuhkannya.

Ketika Punya Pacar Baru

Ketika sudah dalam status single, maka bukan tak mungkin nantinya kamu punya pasangan baru. Tapi tentu ini akan sangat berbeda dengan ketika kamu bujang dulu.

(Foto: Unsplash)

 

Ada beberapa aturan yang mesti kamu pahami. Misal seperti: kamu harus lebih santai ketika proses menjalani hubungan agar kegagalan tak lagi terjadi. Kemudian jangan pernah membandingkan pasangan baru ini dengan mantan istri kamu.

Kamu juga tak perlu menjalin hubungan hanya karena ingin berkompetisi dengan mantan istri.

Kamu juga tak perlu terburu-buru mengenalkannya pada kerabat. Just take it slow. Jadikan pengalaman sebagai panduan kamu.

Cari Support Group

Support group itu perlu, tak hanya untuk seorang ibu tapi juga ayah. Kamu bisa ikut komunitas ayah di berbagai tempat untuk bisa saling berbagi.

(Foto: Pexels)

Jika memang kamu sulit mencari waktu untuk bisa kopdar dengan komunitas tersebut, setidaknya kamu bisa menjadi membernya secara online.

Dengan grup ini, biasanya kamu akan mendapat banyak info selain dukungan dari mereka. Jadi enggak perlu merasa sendirian.

Menjadi single dad memang enggak gampang, tapi bisa dilakukan. Buktinya, banyak kok ayah yang sukses membesarkan anak seorang diri. Jangan pernah merasa gagal ketika mereka bersikap tak sesuai dengan harapan kamu. Keep fighting, Sob. (Sbg/Dinda)

Comments