Ilustrasi berziarah di makam kerabat yang telah meninggal dunia
(Foto: pexels.com)

Sabigaju.com – Jumlah pasien yang positif  mengidap Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Berdasarkan data yang diterima hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00 WIB, total ada 1.046 kasus Covid-19 di Indonesia. Total ada 46 pasien Covid-19 yang telah sembuh> Sementara ada 87 pasien yang meninggal dunia setelah dinyatakan positif virus corona.

Rasa sedih dan terpukul tentunya dirasakan para kerabat ataupun keluarga dari pasien yang meninggal lantaran terinfeksi virus COVID-19

Rasanya nyaris mustahil melanjutkan hidup ketika seseorang yang kita cintai meninggal dunia lantaran virus COVID 19 ini.

BACA JUGA: Menata Hati setelah Kehilangan Orang Terkasih

Isak dalam Sunyi

Wabah COVID-19 merampas martabat dari mereka yang meninggal dan duka dari mereka yang ditinggalkan.

Banyak pasien COVID-19 sekarat ataupun meninggal dunia  di ruang isolasi di rumah sakit tanpa keluarga atau teman. Kunjungan dilarang karena risiko penularan terlalu tinggi.

Unggahan pilu para netizen terlihat lewat berbagai foto yang menunjukan pasien meninggal dunia karena terinfeksi  virus Corona dan dikubur tanpa pelayat.

Jenazah tidak dapat dirias atau menggunakan pakaian kesayangan mereka. Mereka hanya menggunakan pakaian rumah sakit yang terakhir mereka pakai.

Para pengurus jenazah berfungsi juga sebagai pengganti keluarga, mulai dari memulas hingga memakamkan jenazah.

Keluarga boleh melihat jenazah  namun dengan ketentuan yang ditetapkan.  Dan diperbolehkan  melayat namun tidak dalam jumlah banyak.

Keluarga tidak boleh berlama-lama menyemayamkan jenazah COVID-19. Waktu maksimal pun ditetapkan 4 jam untuk kemudian dimakamkan.

Ini merupakan pemandangan yang sangat melukai hati bagi orang yang baru saja kehilangan orang terkasih. Namun langkah ini adalah upaya agar kita tidak terinfeksi Virus COVID-19.

BACA JUGA: Perbedaan Pria dan Wanita dalam Mengatasi Masalah

Berapa Lama Fase kesedihan Berlangsung

Mengutip teori milik Dr Kubler Ross, ada beberapa fase yang biasanya dialami oleh seseorang yang berduka  ditinggal oleh orang yang mereka cintai

1. Fase Shock

Fase ini terjadi karena rasa tidak percaya akan kabar menyedihkan tentang hilangnya anggota keluarga. Terlebih jika kehilangan terjadi secara mendadak.

Biasanya anggota keluarga sudah mempersiapkan mental untuk menghadapi kehilangan keluarga yang dicintai meninggal karena sakit, atau karena usianya yang sudah lanjut.

Tapi tidak jika kehilangan terjadi secara tiba-tiba. Reaksi umum yang biasanya timbul pada fase ini biasanya menangis dan melamun

2. Fase Penyangkalan

Kerap kali individu menyangkal atau menentang kepergian orang yang mereka cintai. Mereka berharap peristiwa sedih itu hanya mimpi dan berharap waktu dapat berputar kembali.

Dalam fase ini, mereka yang sedang berduka menganggap kabar yang menyedihkan tersebut salah. Maka itu adanya berita-berita yang tak pasti hanya akan memperburuk kondisi keluarga yang sedang berduka.

3. Fase Kemarahan

Kemarahan bisa terjadi karena minimnya informasi yang dibutuhkan para anggota keluarga.  Kepastian informasi adalah hal penting yang dibutuhkan oleh mereka yang sedang berduka.

Mereka yang berduka kerap mempertanyakan alasan kenapa hal tersebut harus menimpa mereka.

4. Masa Berkabung

Fase ini bisa terjadi selama beberapa bulan hingga tahunan. Diiringi dengan perasaan marah, kesepian, kecewa, hingga bisa berdampak pada depresi.

Karena itu dukungan dari anggota keluarga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tak hanya itu, pada fase ini mungkin penanganan  oleh psikolog atau psikiater juga dibutuhkan.

BACA JUGA: Merawat Cinta Biar Nggak Ambyar Saat Pandemi COVID-19

5. Fase Pemulihan

Individu pada tahap ini sudah mulai mampu kembali ke aktivitas semula. Misalnya, yang biasanya bekerja dapat kembali bekerja seperti biasa. Lalu mereka biasanya sudah mampu mengambil makna dari peristiwa kehilangan tersebut.

Mari kita menguatkan mereka yang ditinggal sanak saudara yang meninggal dunia lantaran terinfeksi Virus Corona. (Sbg/Rig)

Comments