Pernikahan or Perselingkuhan
(Foto: leosystem.news)

Sabigaju.com – Kamu ketahuan selingkuh! Kemudian istri memberi ultimatum, pilih pernikahan  atau perselingkuhan?

Kamu mulai bingung karena sudah menjalin hubungan perselingkuhanmu ini dengan waktu yang cukup lama dan merasa sangat menyukai, atau bahkan mencintainya.

Tapi benarkah kamu mencintainya? Benarkah pernikahanmu bukan hal yang bisa diselamatkan?

Atau sebaliknya. Benarkah kamu lebih membutuhkan pernikahanmu daripada orang itu? Benarkah kamu lebih mencintai istrimu?

BACA JUGA: Ini Bedanya Selingkuh Versi Pria dan Wanita

Menyikapi PIlihan Pernikahan Atau Perselingkuhan

Sebetulnya kamu beruntung karena istri memberikanmu pilihan antara pernikahan atau perselingkuhan.

Berbeda jika halnya istri meminta langsung perceraian dan kamu tak punya suara untuk dilantangkan secara make-sense. Tapi di lain pihak, ini memang sangat membingungkan.

Ada tiga kemungkinan yang akan kamu rasakan ketika diberi ultimatum seperti itu oleh pasangan:

  • Mereka sadar bahwa pasangan mereka begitu berharga dan mengakhiri perselingkuhan tersebut demi pernikahannya.
  • Mereka merasa pernikahannya tidak membahagiakan dan mempertimbangkan diri untuk meninggalkan pernikahan tersebut.
  • Merasa ambigu dengan perasaannya karena merasa keduanya sangat penting.

Sebetulnya, reaksi ketiga ini memang wajar dirasakan. Sebab, dari perselingkuhan jangka lama ini, biasanya seorang peselingkuh membutuhkan keduanya.

Baginya, istri adalah seseorang yang bisa menyediakan stabilitas kehidupan rumah tangganya, dibutuhkan oleh anak-anak, histori kehidupannya, kemanan, keluarga, komunitas dan lain-lain.

Sedangkan pasangan selingkuhnya, adalah seseorang yang bisa menawarkan kegairahan, pelarian emosional, kesenangan seksual dan alasan lain.

Apa yang Harus Dilakukan?

Ada baiknya kamu menjauh dari keduanya. Ini dilakukan demi self-exploration. Dengan begini, kamu akan menemukan apa yang sebetulnya kamu butuhkan.

Kamu juga disarankan untuk berbicara kepada pihak yang netral, seperti terapis. Jangan membicarakannya pada teman dan keluarga karena biasanya mereka akan berpihak.

BACA JUGA: Sulitnya Mencegah Perselingkuhan Saat ini

Evaluasi Pernikahan Kamu

Ada beberapa pertanyaan yang kamu jawab:

  • Apakah kamu menikmati hidup bersama pasangan?
  • Apakah kalian menikmati beberapa hal seperti hobi bersama, termasuk mengurus anak.
  • Apakah kamu percaya pada pasanganmu?
  • Apakah kamu menikmati beberapa persamaan seperti prinsip keuangan, pendidikan, mengasuh anak, agama dan lain-lain?
  • Apakah kalian menghargai dan mendukung satu sama lain?
  • Apakah kalian masih ada ketertarikan satu sama lain?

Jika kamu merasa mayoritas jawabanmu di atas adalah “ya”, maka sebetulnya pernikahanmu masih sangat solid dan layak untuk dipertahankan.

So, saatnya mengevaluasi bagaimana hubungan perselingkuhanmu.

Untuk awalnya, kamu perlu menjawab pertanyaan yang sama dengan pertanyaan untuk mengevaluasi pernikahanmu.

Namun yang perlu diingat, ada fakta bahwa pasangan biasanya lebih menikmati kehidupan sebelum pernikahan dan akan merasakan perbedaan ketika kalian hidup bersama.

Kamu juga harus paham bahwa hubungan tanpa ikatan pernikahan biasanya memang lebih menarik karena menawarkan excitement yang lebih tanpa harus memikirkan kerepotan lain seperti urusan rumah, anak, keuangan dan lain sebagainya.

Nah, pertanyaan selanjutnya, apakah jika kamu memilihnya, dia akan mau menopang bersama kehidupanmu yang ini? Jawabannya harus: “ya”.

BACA JUGA: Bukan Cuma Body dan Hati Kenali Perselingkuhan Finansial 

Langkah selanjutnya adalah, kamu juga harus berpikir jernih soal keputusan bercerai. Karena  pernikahan kedua biasanya akan lebih rentan akan perceraian dari pernikahan pertama.

Memang, dalam memilih tak pernah ada yang mudah. Apalagi jika ini berhadapan dengan kehidupan rumah tangga dan keluargamu di masa mendatang.

Tapi sekali lagi, kita tak pernah menempatkan bahwa hubungan pernikahan yang tak sehatpun layak dipertahankan. Begitu juga hubungan affair-mu. Jadi, keep space and make up your mind! (Sbg/Dinda)

Comments