dwp 2017
Kemeriahaan saat DWP 2016 (Foto Instagram djakartawarehouseproject)

Sabigaju.com – Begitu banyak pihak yang menuding, pagelaran musik internasional Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 yang digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (15/12) hingga Sabtu (16/12/) besok sebagai acara maksiat dan merusak moral generasi muda.

Bahkan sejumlah elemen masyarakat menyurati Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta agar menutup acara tersebut.

Mereka menyuarakan perlunya campur tangan pemerintah untuk menindak penyelenggaraan event yang menurut mereka dapat merusak generasi bangsa lantaran di event tersebut mereka mendengar laporan yang menyebut beredarnya minuman keras serta sejumlah orang dalam keadaan mabuk saat event tersebut berlangsung.

DWP merupakan ajang musik tahunan yang akan diadakan pada 15- 16 Desember 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejumlah disk jockey (DJ) beraliran Electronic Dance Music (EDM) dari berbagai negara akan menyemarakkan kegiatan yang dirintis sejak 2008 silam.

Keseriusan Pemprov DKI Awasi DWP 2017

Walau sudah mendapatkan begitu banyak masukan dan laporan dari masyarakat perihal sisi miring dari berlangsungnya event DWP, namun begitu menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta tak mungkin dalam event DWP berlangsung tindak maksiat. sebab event tersebut berlangsung di area terbuka.

“Banyak yang mengirim pesan ke ponsel saya, bahwa DWP bukan budaya Indonesia. Bingung saya, tuduhannya banyak maksiat di acara itu (DWP). Saya punya alasan mengapa saya tak setuju dengan tuduhan ada maksiat di sana ya. Karena setahu saya, (DWP) itu kan acaranya di tempat terbuka. Jadi enggak mungkin lah ada (tindakan maksiat) begituan,” kata Tinia Budiati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, kepada para awak media pada, Rabu (13/12)

Selain itu Tinia juga menambahkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak mengizinkan adanya penjualan minuman keras alias miras di gelaran DWP 2017. Sebab, gelaran konser tak termasuk tempat yang diijinkan bagi penjualan miras.

“Enggak boleh, minuman keras kan beralkohol. Pokoknya itu DWP sesuai peraturan yang berlaku. Enggak ada penjualan minuman keras,” tegas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati kepada awak media.

Sanksi Tegas Bila Kedapatan Melanggar

Pada penyelenggaraan DWP di tahun-tahun sebelumnya, minuman keras, mulai dari bir, whisky, hingga vodka, dijual di tengah-tengah area yang mudah dijangkau pengunjung. Penjualan makanan, minuman, dan miras dilakukan tidak dengan uang tunai, melainkan sistem token. Miras sendiri dijual dalam bentuk botol ataupun sloki.

Tinia tak menampik soal itu. Ia mengaku Pemprov DKI kurang mengawasi penyelenggaran DWP sebelumnya. Pengetatan soal miras itu pun sudah disampaikan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

“Karena memang tahun lalu enggak dikontrol dan waktu itu penjualan miras enggak seketat sekarang. Apalagi pimpinan kita sudah mengatakan seperti itu,” kata Tinia.

Jika memang penjualan seperti gelaran sebelumnya itu kembali terjadi, Pemprov bakal menindak oknum penjual miras sesuai peraturan daerah yang berlaku.

“Kita tidak bolehkan mereka jual minuman keras. Sampai mereka jual, saya akan tindak,” cetus Tinia.

Sementara ditemui secara terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu, mengatakan, dirinya yakin bila di  acara DWP 2017 yang akan digelar selama 2 hari 15 dan 16 Desember nanti bakal bersih dari adanya peredaran narkoba, pihaknya pun nanti akan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Dan panitia juga sudah berkoordinasi dengan BNN, guna mengantisipasi peredaran narkoba dan miras di DWP. Jadi, sudah persiapan pihak acaranya, pihak panitia untuk melibatkan BNN. Dari tahun ke tahun memang begitu. Di acaranya itu pengunjung di pintu masuknya pastinya akan diperiksa,” tegasnya kepada para awak media di JIEXPO  kemayoran, Jakarta Pusat.

Kita tunggu saja aksi serius Pemprov, Polisi, dan berbagai pihak dalam menjaga DWP bersih dari miras dan narkoba. (Sbg/Rig)

Comments