Sumber: huffingtonpost.com

Sabigaju.com – Baru-baru ini Cina dan Vatikan hampir mencapai kesepakatan yang disebut-sebut kontroversial. Dilansir dari BBC Indonesia, kesepakatan tersebut menurut sumber pejabat senior Vatikan yang enggan disebut namanya, mungkin akan ditandatangani dalam beberapa bulan ke depan. Hubungan diplomatik Cina dan Vatikan memang pernah menegang dan sudah terputus lebih dari setengah abad yang lalu.

Sejak tahun 1951 Cina memutuskan hubungan diplomatik dengan Tahta Suci, Vatikan. Sikap Cina tersebut membawa perubahan besar bagi penganut agama Katolik di negara tersebut. Bahkan sejak tahun 1951 hingga 1980 atau pada masa pemerintah komunis Mao Zedong, umat Katolik di Cina harus sembunyi-sembunyi.

Setelah tahun 1980 lah praktis religius umat Katolik kembali ditoleransi. Namun hingga saat ini, umat Katolik di negara tersebut dihadapkan pada dua pilihan yaitu, menghadiri gereja-geraja yang diizinkan negara atau beribadah di gereja bawah tanah.  Gereja bawah tanah merupakan gereja-gereja yang hanya mengakui otoritas Vatikan, sedangkan gereja-gereja yang diizinkan pemerintah Cina menolah untuk menerima otoritas Paus.

Sementara itu, ada sekitar 100 uskup Katolik di Cina yang sebagian di antaranya disetujui oleh Beijing, sedangkan lainnya disetujui oleh Vatikan. Namun, ada pula yang secara informal banyak disetujui oleh kedua pihak baik Cina maupun Vatikan.

Vatikan dan Cina Memperbaiki Hubungan Diplomatik Sejak 2016

Paus Fransiskus pernah menyampaikan keinginannya untuk menjalin hubungan dengan Cina lagi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pertemuan antara pejabat Cina dan Vatikan yang sudah dilakukan sejak 2016 silam. Pertemuan sudah dilakukan setidaknya empat kali untuk membahas penunjukkan uskup.

Berawal dari pertemuan tersebut akhirnya diketahui salah satu wujud dari kesepakatan kontroversial antara Cina dan Vatikan adalah Vatikan akan memberikan keputusan dalam penunjukkan uskup di Cina mendatang. Keputusan ini sampaikan oleh seorang sumber dari Vatikan kepada kantor berita Reuters.

Kesepakatan tersebut juga berdampak pada gereja-gereja bawah tanah karena itu artinya Vatikan mengizinkan negara memiliki wewenang untuk mengontrol gereja tersebut. Secara simbolis, kesepakatan tersebut menjadi tanda kedekatan Cinta dengan gereja Katolik dan Vatikan. Kesepakatan itu juga meningkatkan gengsi Cina di mata dunia dengan salah satu agama yang memiliki penganut terbesar di dunia.

Lebih dari itu, penganut Katolik di Cina belum tahu kesepakatan terkait akan berpengaruh seberapa besar dengan aktivitas religi mereka. Namun, Vatikan mendapat kritik dari Kardinal Joseph Zen di Hong Kong beberapa waktu lalu. Kardinal Joseph Zen mengkritik Vatikan yang berupaya untuk berdiplomasi dengan Cina dengan menuduh gereja memaksa uskup untuk pensiun dan menggantinya dengan pilihan Beijing. Di sisi lain, kesepakatan tersebut juga mengandung harapan baru. (Sbg/Er)

Comments