Menjalani anjuran stay at home bisa berdamak pada hubungan pasangan
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Menjalani masa stay at home bersama pasangan memang berart memeiliki lebih banyak quality time dengan pasangan Namun, di sisi lain, kamu juga bisa merasa kesal dengannya.

Itu sebabnya di beberapa wilayah ada peningkatan angka perceraian ataupun putusnya jalinan asmara pasangan hingga beberapa bulan mendatang.

Kamu sendiri apakah mengalami kejenuhan terhadap pasangan selama menjalani anjuran stay at home?

BACA JUGA: Stay At Home Bikin Hasrat Bercinta Meningkat

Manusia Tidak Diciptakan untuk Selalu Bersama

Nah, dari segi ilmiah, rupanya karantina bersama pasangan bisa punya dampak langsung pada otakmu.

Seorang ilmuwan di bidang perilaku manusia telah membeberkan apa dampak hubungan romantis dan kehadiran pasangan selama menerapkan anjuran stay at home.

“Kita (manusia) tak dibuat untuk menghabiskan waktu 24/7 dengan orang lain,” ungkap Dr. Helen Fisher.

Menurutnya, menghabiskan sepanjang hari untuk bekerja, makan, tidur, bersantai, olahraga, dan sederet aktivitas lainnya cuma bersama pasangan adalah hal yang tak alami.

“Waktu ekstra bersama pasangan bisa meningkatkan kesehatan atau justru memperburuknya, tergantung interaksi,” tambah psikolog klinis, Joshua Klapow.

Bagi kamu yang mempunyai hubungan bahagia dan pasangan pengertian, waktu karantina ini bisa menaikkan tingkat dopamine dalam otakmu.

Sekadar informasi, hormon ini bekerja dalam membuatmu merasa optimis, berenergi, termotivasi, serta meningkatkan imun.

Selain itu, sentuhan seperti memeluk atau mencium pasangan juga bisa melepaskan oksitosin yang membuatmu merasa lebih tenang di tengah pandemi.

BACA JUGA: Meredakan Ketegangan dengan Pasangan Saat Stay at Home

Pengaruh  Sistem Dopamine

Namun, hal sebaliknya juga dapat terjadi kalau kamu mempunyai hubungan yang buruk dengan pasangan.

“Kalau kamu terjebak dalam hubungan yang salah, itu sangat membuat stres. Stres yang kronis dapat menurunkan sistem dopamine dan membuatmu merasa depresi, malas, serta mudah marah,” papar Fisher.

Selain itu, rasa bosan adalah hal wajar. Namun, agar sistem dopamine dalam tubuh tak terganggu, pasangan pun disarankan untuk mencari hal baru dan melakukannya bersama.

Selain itu, sisihkan pula waktu untuk sendiri untukmu dan untuk pasanganmu. Hal ini diperlukan agar hubungan dengan paasangan tetap sehat di masa stay at home.

“Bencana membuatmu melangkah lebih maju dalam hidup. Itu artinya, masa stay at home dapat membuatmu lebih dekat dengannya, atau malah kian menjauh,” tutup Fisher.

Comments