Minuman Bersoda
(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Menenggak minuman bersoda memang sangat menyegarkan apalagi saat cuaca sedang panas menyengat. Rasanya yang menyegarkan dan bikin merinding bisa membuat mata langsung merem-melek.

Namun dibalik sensasi kesegaran tersebut, kamu sebaiknya jangan lupa kalau minuman bersoda punya reputasi buruk terhadap kesehatan.

Yup, minuman bersoda bisa menimbulkan dampak alias masalah terhadap kesehatan hingga memicu kematian.

BACA JUGA: Jangan Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis, Berbahaya 

Kanker Usus dan Minuman Bersoda

Begitu banyak penelitian yang meneliti bahwa minuman mengandung soda dapat menyebabkan kanker.

Bahkan salah satu penelitian  memberi kesimpulan mencengangkan menyebut dimana seseorang yang sering mengonsumsi minuman bersoda dapat mengakibatkan kanker.

Seperti dilansir Sabigaju dari laman The Sun , penelitian tersebut mengungkapkan meski seseorang yang gemar mengonsumsi minuman soda yang dampaknya terlihat tidak terlalu serius sebenarnya bisa sangat serius.

Menurut Dr. Lewis Cantley dari Cornell University, penelitian ini dimulai setelah ada peningkatan kasus kanker usus pada usia di bawah 35 tahun di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Makanan dan Minuman Berikut Ini Bisa Memperparah Depresi

Para ilmuwan menemukan bahwa glukosa dan fruktosa yang ada dalam minuman yang diberi pemanis sirup jagung, sebenarnya mempercepat pertumbuhan tumor usus.

Karena kebanyakan minuman soda mengandung pemanis buatan yang bernama sirup jagung tinggi fruktosa. Nah, sirup jagung tinggi fruktosa inilah yang membuat minuman tersebut menjadi buruk bagi kesehatan.

Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan pada tikus yang menjadi kelinci percobaan lantaran tidak mungkin dilakukan terhadap manusia.

Adapun tikus telah direkayasa secara genetik agar rentan terhadap kanker usus. Selanjutnya tikus tersebut diberi minuman sirup jagung fruktosa tinggi yang artinya sama dengan satu kaleng minuman soda.

Akibatnya, tumor secara langsung memakan gula tersebut dan kanker telah membuat fruktosa dan glukosa bekerja secara bersamaan yang menyebabkan pertumbuhan tumor lebih cepat dua kali lipat tingkat pertumbuhannya.

BACA JUGA: Mengapa Sebaiknya Kamu Menghentikan Kebiasaan Minum Jus

Minuman Mengandung Soda Picu Kematian Dini?

Studi lain yang dimuat  di laman Live Science juga mengungkap soal bahaya mengonsumsi minuman mengandung soda terlalu banyak ternyata dapat memicu kematian dini.

Berdasarkan data yang didapatkan, hampir setengah juta orang di Eropa yang mengalaminya.

Dalam penelitian tersebut, orang yang mengkonsumsi dua gelas minuman bersoda (normal maupun rendah kalori) memiliki 17 persen kemungkinan meninggal lebih tinggi dibandingkan yang mengkonsumsi kurang dari satu gelas per bulannya.

hal ini ditemukan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko kematian dini dari kebiasaan buruk manusia, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, asupan kalori, serta mengkonsumsi buah, sayur, dan daging olahan.

Tetapi, penelitian ini hanya menemukan hubungan dan tidak dapat membuktikan bahwa mengkonsumsi soda menyebabkan kematian dini.

BACA JUGA: Bahaya Mematikan Apabila Terlalu Sering Minum Teh

Sekelompok peneliti yang berbeda juga menerbitkan Journal Circulation, menemukan hubungan antara mengkonsumsi minuman manis dengan peningkatan risiko kematian dini pada pria maupun wanita di AS.

Dalam studi ini juga menemukan bahwa mengkonsumsi minuman bersoda rendah kalori dalam jumlah besar berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini pada wanita.

Orang yang sering mengkonsumsi soda rendah kalori sangat berpotensi meninggal akibat penyakit jantung atau kardiovaskular. Sementara orang yang sering mengkonsumsi soda yang manis lebih cenderung meninggal akibat penyakit pencernaan, seperti divertikulitis atau penyakit hati.

Namun, hingga saat ini, masih belum jelas kaitan antara mengkonsumsi soda rendah kalori dengan penyakit kardiovaskular.

Bisa jadi, minuman bersoda ini yang menyebabkan kondisi orang dengan penyakit kardiovaskular semakin memburuk.

Hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan antara keduanya agar lebih akurat.

Kalau kamu sendiri masih mau mengonsumsi minuman bersoda? (Sbg/Rig)

Comments