Kesepian
(Ilustrasi: crunchbase.com)

Sabigaju.com – Harusnya sih, kita udah enggak kesepian lagi ya. Bayangin aja, media sosial itu udah banyak banget. Dari mulai Facebook sampai Instagram. Buat kamu yang cari pasangan, sudah ada Tinder.

Kamu mungkin juga sudah banyak bertukar nomor ponsel kepada para penghuni media sosial yang baru kamu kenal.

Hampir setiap hari kamu melakukan chatting dengan mereka. Dari sederet nomor ponsel mereka yang kamu punya, apa mereka bisa mengisi hari-hari kamu?

Atau kamu juga mungkin sudah seringkali men-scroll feed pada akun-akun Instagram yang kamu follow. Tapi kamu juga sering merasa kesepian dan akhirnya membandingkan hidup kamu dengan hidup mereka yang “kelihatannya” lebih bahagia.

Atau kamu juga bertemu dengan teman-teman kamu, tapi mereka pada akhirnya sibuk dengan gadget masing-masing saat bertemu. Oh, so kids on these days!

BACA JUGA: Medsos Twitter Bikin Generasi Kekinian Asyik Berteman 

Mengapa Masih Kesepian?

Ini hampir wajar terjadi pada kita yang hidup di era internet dan media sosial.

Tak sedikit dari kita lebih suka menenggelamkan diri pada dunia yang tidak nyata karena bisa membangun citra sesuai yang kita mau tanpa orang tau apa adanya. Dan, ada apa dengan kita yang masih suka kesepian?

Semakin kita jarang melakukan interaksi sosial secara personal dengan seseorang, semakin kita jarang mempraktikan interaksi tersebut, dan kita akan semakin lupa pula bagaimana melakukan pembicaraan dengan orang baru.

Sebuah studi dari Cigna menyatakan bahwa satu dari lima orang responden merasa kesepian dan jarang, atau bahkan tak pernah, merasa benar-benar dekat dengan orang di sekitarnya. Mereka juga merasa tak pernah benar-benar berbicara dengan mereka.

BACA JUGA: Debat Politik di Medsos Itu Buang-buang Waktu

Usia dan Rasa Kesepian

Dalam ulasan penelitian yang dimuat di sebuah Journal International Psychogeriatrics menunjukkan bahwa biasanya, rasa kesepian akan dirasa oleh mereka yang sedang berada di usia 20 akhir, pertengahan usia 50, dan di akhir 80 tahun.

Salah seorang penulis senior pada jurnal tersebut, Dilip Deste, menyatakan bahwa pada usia akhir 20 tahun, seseorang akan mengalami fase quarter life crisis. Begitu mereka menyebutnya.

“Pada akhir usia itu, seseorang seringkali melakukan berbagai keputusan, yang artinya mereka akan merasa lebih stres dari biasanya dan merasa tertekan. Apakah keputusan yang mereka buat bisa membuatnya lebih baik kelak dan ada banyak perasaan bersalah kenapa mereka melakukan itu,” katanya.

BACA JUGA: Dampak yang Harus Kamu Tahu Ketika Pasangan Sering Curhat di Medsos

Kemudian pada saat pertengahan usia 50, seseorang akan banyak mengalami penurunan kesehatan. Mereka menemukan bahwa banyak gejala-gejala kesehatan yang mulai dirasa, seperti penyakit jantung.

Dan, pada usia 80 akhir, kamu mungkin saja merasa sangat beruntung bisa mencapai usia yang panjang. Tapi, kamu akan dihadapi dengan berbagai peristiwa seperti kesehatan yang menurun, kekhawatiran akan kondisi finansial dan kematian orang-orang yang dicintai.

Namun, kesepian bukan berarti sesuatu yang tak bisa dilawan. Kamu masih bisa kok, mengatasi rasa kesepianmu dengan berbagai cara. Akan kita bahas pada artikel selanjutnya ya. So, stay tune! (Sbg/Dinda)

Comments