jatuh cinta
Ada penjelasan ilmiah yang menjadi alasan mengapa saat pikiran dan perasaan tengah dilanda jatuh cinta, seseorang lebih sering melihat kebaikan pasangan.

Sabigaju.com – Jatuh cinta berjuta rasanya. Kutipan lirik lagu tersebut benar adanya. Pastinya tidak sedikit di antara kita yang merasakan bagaimana perasaan bahagia begitu menggelora ketika jatuh cinta.

Belum lagi perasaan deg-degan setiap kali bertemu pasangan. Saat jatuh cinta juga perasaan kagum kepada pasangan bisa dengan mudah datang.

Makanya tidak heran kalau Anda lebih sering melihat kebaikan pasangan saat jatuh cinta. Ternyata, hal tersebut ada penjelasan ilmiahnya!

Pada saat kita jatuh cinta, otak pun beradaptasi. Antropolog Helen Fisher dan neuroscientist Lucy Brown pernah meneliti bagaimana otak bekerja saat seseorang menjalin hubungan dengan pasangannya.

Setidaknya ada tiga bagian otak yang bekerja pada pada pasangan yang sukses menjalin hubungan. Salah satunya adalah bagian otak yang berhubungan dengan positive illusion.

Cara Otak Bekerja Ketika Sedang Jatuh Cinta

Bagian yang berhubungan dengan positive illusion disebut juga ventromedia prefrontal cortex.

Bagian ini punya peran besar terkait penilaian dan kritik Anda pada sesuatu. Saat Anda jatuh cinta ventromedial prefrontal cortex pun mengalami penurunan aktivitas yang membuat Anda menjadi lebih pemaaf, santai, dan kalem.

Oleh karena itu, ketika jatuh cinta Anda akan lebih mudah melihat sisi baik pasangan.

Perasaan cinta memang seringkali mengalahkan logika, karena ternyata apa yang Anda rasakan memang punya pengaruh pada otak.

Namun, bukan berarti membenarkan cinta buta ya! Anda tetap harus peka saat pasangan mulai bersikap tidak semestinya.

Rupanya penelitian Fisher dan Brown ini juga menunjukkan fakta bahwa seiring berjalannya waktu ventromedia prefrontal cortex bisa menjadi lebih aktif lagi sehingga Anda lebih mudah mengkritik dan melihat kesalahan pada diri pasangan.

Akan tetapi ventromedia prefrontal cortex juga bisa mengalami penurunan aktivitas bila pasangan memperlakukan Anda dengan menyenangkan.

Dengan begitu, positive illusion pun akan kembali aktif. Untuk Anda yang ingin menjalani hubungan jangka panjang, membangun hubungan yang supportif dan saling memahami satu sama lain memang sangat penting.

Pasalnya penelitian menunjukkan kalau bukan hanya pikiran yang mempengaruhi perilaku, tetapi perilaku Anda kepada pasangan juga mempengaruhi cara kerja otak.

Oleh karena itu, dalam hubungan jangka panjang Anda bisa melihat pasangan memiliki rasa empati yang tinggi dan saling memaklumi.

Hal ini tidak lepas dari peran ventromedia prefrontal cortex di dalam otak yang senantiasa mengaktifkan positive illusion saat Anda mendapatkan perlakuan istimewa dari kekasih.

Nah, Anda ingin melihat kebaikan pasangan seperti saat awal-awal jatuh cinta? Perlakukan pasangan dengan istimewa dan bahu membahu untuk terus mengaktifkan positive illusion adalah solusinya. Selamat mencoba! (Sbg/Er)

Comments