Toxic Employee
Seorang toxic Employee bisa melumpuhkan moral, kinerja, dan produktivitas rekan kerja di kantor. Hingga lebih buruknya lagi, toxic employee memberikan pengaruh buruk pada bisnis perusahaan. (Foto: HR Daily Advisor)

Sabigaju.com – Apakah kamu pernah mengalami situasi kerja dimana ada rekan kerjamu yang kerap mengganggu hingga menyebabkan budaya lingkungan kerja di kantormu menjadi yang tidak sehat. Berarti ada sosok toxic employee di kantormu.

Yup, gangguan yang ditimbulkan oleh Toxic employee hadir dengan berbagai bentuk yang mengerikan.

Toxic Employee benar-benar merusak, mengganggu dan menguras tenaga. Mereka bahkan bisa melumpuhkan moral, kinerja, dan produktivitas rekan kerjanya. Lebih buruk lagi, mereka memberikan pengaruh buruk pada bisnis perusahaan.

BACA JUGA: Bergosip di Kantor, Pantang Ikutan Men! Begini Cara Menangkalnya

Ragam Bad Habit Para Toxic Employee

Ada beragam bad habits alias perilaku buruk yang kerap dilakukan para toxic employee. Mulai dari hobi gosip’, si ‘pencuri waktu’ yang pemalas dan sering buang-buang waktu, juga ‘si penjebak’ yang menciptakan adegan emosional dengan menjadikan dirinya korban ketidakseimbangan bekerja dan kehidupan pribadi.

Ada pula ‘si pemberontak’ yang merasa paling benar dan susah ditegur, ‘si sibuk’ yang memprioritaskan kepentingan pribadi, juga ‘si temperamental’ yang mudah marah hingga berucap dan berlaku kasar.

Tak hanya menyulitkan, efek perilaku buruk yang dilakukan seorang toxic employee irip virus flu. Menular, menyebar, dan menjangkiti.

Mereka ini semacam biang onar yang membuat karyawan lain sering jengkel, kesal dan marah, sekaligus menguras energi, melumpuhkan semangat kerja, kinerja dan produktivitas.

BACA JUGA:  Lima Kebiasaan Buruk yang dapat Membuatmu Sulit Berkembang di Masa Depan

Pemicu Munculnya Toxic Employee

Berdasarkan pemetaan karyawan menurut Boston Consulting Group maka sangat mungkin toxic employee ini adalah mereka yang tergolong berada pada grid Problem Employee, yaitu mereka yang memiliki potensi yang baik namun berkinerja rendah.

Orang-orang yang memiliki potensi yang tinggi namun tidak mampu menampilkan kinerja yang sesuai dengan harapan bisa karena berbagai sebab, yaitu :

  • Ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai minatnya
  • Kurang mampu beradaptasi
  • Memiliki ambisi yang tinggi yang menuntut kesegeraan dalam promosi
  • Berpikir jangka pendek dibandingkan jangka panjang
  • Memiliki tingkat kebutuhan yang berlevel rendah sesuai dengan hirarki kebutuhan Maslow

Orang-orang yang memiliki ciri sebagaimana disebutkan diatas sangat mungkin menjadi toxic employee, alias karyawan beracun yang dapat mengganggu lingkungan kerja bahkan menghambat kemajuan organisasi atau perusahaan.

Untuk mengatasi hal tersebut yang paling penting dilakukan adalah pencegahan, namun apabila sudah terjadi diperlukan upaya untuk mengatasinya secara lebih terarah dan terstruktur.

BACA JUGA: Boleh Punya Sikap Bangga, Dijangkiti Rasa Sombong Mah Jangan!

Pentingnya Upaya Mengantisipasi

Sebenarnya tak begitu sulit mengatasi seorang toxic employee terlebih kita hidup di zaman yang sangat mementingkan inovasi untuk berkembang.

Karena itulah, para pekerja ini harus bisa bersaing secara sehat, alias tidak mudah tersinggung saat dikritik, dan memiliki sejumlah perilaku mau bekerja sama dalam tim seperti lancar berkomunikasi terbuka.

BACA JUGA: Lima Hal Simpel untuk Mengusir Kejenuhan dan Stres di Kantor 

Dan hal utama  yang perlu diperhatikan sekaligus diwaspadai pewawancara dan manajer perekrutan adalah tanda-tanda sopan santun dari calon karyawan. Ini bergantung pada wawancara perilaku yang terstruktur, sebab keterampilan, bakat, dan pengalaman bukan segalanya.

Usahakan agar keseluruhan praktik wawancaranya dengan menekankan kerja sama tim, merekrut kelompok bukan individu.

Sebab, umumnya orang yang bisa bekerja dengan baik dalam tim merupakan tipe karyawan berkinerja tinggi yang ingin dipertahankan perusahaan.

Hal ini penting untuk mencegah perilaku buruk karyawan bermasalah yang bersifat destruktif dan menjamin keselamatan psikologis karyawan lain di waktu mendatang. (Sbg/Rig)

Comments