Ilustrasi disfungsional relationship
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Memiliki keluarga harmonis nan suportif antar-anggotanya menjadi idaman banyak orang, terlebih di masa pandemi corona saat ini . Namun, kenyataannya, tidak semua orang beruntung mengecap hal-hal seperti itu.

Permasalahan memang kerap muncul di dalam suatu hubungan, baik karena ego masing-masing pihak atau karena pihak eksternal. Akan tetapi, pertengkaran yang nggak terselesaikan dan terus menerus terjadi akan membuat disfungsional relationship

Disfungsional relationship  atau hubungan yang sudah nggak berfungsi ini merupakan hubungan yang nggak bisa mendukung satu sama lain, tumbuh bersama dan cenderung nggak berkembang.

Bisa dikatakan hubungan tersebut sudah nggak sehat. Sayangnya, mereka yang tengah berada dalam  hubungan disfungsional susah melepaskan diri karena masih menganggap hubungannya baik-baik saja.

Agar hal ini tidak kamu alami kenali sederet tanda hubungan disfungsional.

1. Dihantui Rasa Bosan

Jika kamu memiliki rasa bosan terhadap pasanganmu berulang-ulang tanpa mendapatkan penyelesaiannya, rasa bosan ini juga merupakan tanda hubungan disfungsional.

Hal ini karena ada sesuatu yang salah, komunikasi berhenti berfungsi, sehingga kamu pun akan merasa hal itu terus berulang-ulang di kondisi yang berbeda.

BACA JUGA: Terlanjur Sayang dalam Toxic Relationship? Wake Up Bro!

2. Selalu disalahkan

Mungkin keadaan menyalahkan sah-sah saja untuk suatu hubungan, dengan catatan pasangan memang benar memiliki kesalahan.

Namun,  jika pasanganmu berlaku playing victim dan membalikkan situasi, memutar balikkan fakta jika merasa terpojokkan, kamu harus waspada.

Hal ini bisa menjadi tanda hubunganmu disfungsional, karena pasanganmu nggak mau berintrospeksi dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Merasa Bersalah

Merasa bersalah merupakan hal yang baik dalam suatu hubungan, itu artinya kamu tahu akan kesalahan yang kamu perbuat.

Meski begitu, akan menjadi nggak sehat jika kamu terus menerus minta maaf kepada pasanganmu, bahkan untuk hal-hal sepele yang tidak kamu lakukan.

Salah satu contoh kecilnya saat kamu lupa memberi kabar padanya saat sedang berpergian sendiri.

Walaupun kamu sudah minta maaf, pasangan yang selalu membuatmu merasa bersalah terus menerus akan membuatmu malu dan semakin nggak berharga. Hal ini merupakan pembunuhan karakter bagimu.

BACA JUGA: Gaes, Jauhi Toxic People di Masa Pandemi Ini! 

4. Ketegangan

Tanda lain dari disfungsional relationship  adalah sering terjadi ketegangan di antara kamu dan pasanganmu.

Walaupun ketegangan ini nggak berasal dari konflik besar, masalah kecil pun bisa menjadi runyam dan kacau. Ketegangan ini membuatmu cemas dan merasa tertekan akan emosinya yang nggak terkendali.

Bukan menciptakan kenyamanan satu sama yang lain, yang ada hanya kamu merasakan hal-hal mengejutkan lainnya.

5. Ketidakpastian

Ketidakpastian perlakuan pasanganmu akan terjadi dalam sebuah disfungsional relationship alias hubungan yang nggak sehat.

Dia akan susah ditebak, terkadang dia terlihat baik, pemaaf, dan manis. Akan tetapi di suatu malam dia akan menjadi seseorang yang nggak ingin kamu kenal sebelumnya.

Hal ini berarti dia nggak bisa mengontrol emosi dan logikanya untuk pasangannya.

BACA JUGA: Terjebak Jerat Toxic Relationship, Nih Tips Mengakhirinya

6. Merasa frustasi

Rasa frustasi nggak selalu muncul di orang yang nggak mau berusaha, kok. Kamu pun juga wajar saja merasa frustasi jika hubunganmu sudah nggak dapat bekerja dengan baik.

Membuat keputusan bersama pun akan sulit dilakukan karena komunikasi di hubungan sudah nggak berjalan baik.

Merasa menyerah karena kehilangan optimisme itu bisa menjadi titik balik untukmu bisa lepas dari hubungan disfungsional ini.

Selain itu, mencari bantuan profesional untuk pemulihan kondisi mental juga dapat dipertimbangkan seseorang ketika akan atau setelah menyetop disfungsional  relationship. (Sbg/Rig)

Comments