Penyakit Kritis
(Sumber Foto: https://cellcode.us)

Sabigaju.com – Ancaman penyakit kritis saat ini bisa terjadi pada siapa saja dan tidak lagi mengenal usia. Yup, Serangan penyakit kritis atau critical illness banyak menyasar orang-orang berusia muda.

Gaya hidup serba instan saat ini, stres, dan lingkungan yang terpapar polusi udara seperti di Kota Jakarta membuat ancaman penyakit kritis semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Penyakit kritis merupakan penyakit yang menyebabkan kritis, kronis, atau stadium lanjut sehingga dapat dikatakan tidak dapat atau memiliki harapan kecil bagi penderitanya untuk kembali pulih.

Critical illness menyerang secara perlahan dan membutuhkan waktu yang panjang untuk proses pengobatannya. Tahap penyembuhannya dapat dimulai dari pengobatan medis hingga perubahan gaya hidup dan pola makan.

Jika tidak ditangani dengan cepat, atau critical illness kerap kali dapat menyebabkan hilangnya kemampuan beraktivitas secara mandiri dan bahkan berujung kematian.

Ragam Penyakit kritis

Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) yang dirilis Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, risiko masyarakat Indonesia terserang penyakit kritis semakin meningkat. Hal ini terlihat dari meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular dalam laporan tersebut.

Nah, ada empat penyakit kritis yang meningkat dibandingkan laporan serupa pada periode sebelumnya. Apa saja penyakit tersebut?

BACA JUGA: Daftar Makanan yang Dapat Mengurangi Stress dan Depresi 

Hipertensi

Hipertensi biasa disebut penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah merupakan kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri).

Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu dan dipengaruhi oleh aktivitas yang sedang dilakukan.

Hal ini perlu diwaspadai karena tekanan darah yang terlalu tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah dan menyebabkan pecahnya pembuluh darah.

BACA JUGA: Waspada! Empat Penyakit yang Mengintai Generasi Milenial

Serangan Stroke

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Tanpa darah yang cukup, otak akan kekurangan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.

Stroke dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

BACA JUGA: Waspada, Sederet Tanda yang Bisa Jadi Kamu Terserang Penyakit Ginjal 

Penyakit ginjal kronis atau disebut juga gagal ginjal kronis merupakan kondisi saat fungsi ginjal menurun atau gagal menjalankan tugasnya.

Gagal ginjal kronis dapat memicu sejumlah komplikasi, antara lain hiperkalemia atau kenaikan kadar kalium yang tinggi dalam darah, penyakit jantung, anemia, hingga kerusakan sistem saraf pusat.

BACA JUGA: Bikin Obesitas Hingga Kanker Paru-Paru? Yuk, Kurangi Makan Nasi

Kanker

Kasus serangan kanker yang paling sering terjadi dan menyebabkan kematian di negara kita adalah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru.

Meski lebih sering menyerang wanita, namun para pria juga memiliki risiko terserang kanker, misalnya kanker paru, kanker usus, dan kanker prostat.

Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel di dalam tubuh yang tidak terkontrol. Pertumbuhan sel yang tidak normal ini awalnya terjadi di bagian tubuh tertentu dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain hingga menyebabkan kematian.

BACA JUGA: Ortoreksia Nervosa, Sisi Gelap Kebiasaan Pola Makan Sehat 

Mencegah Penyakit Kritis

Risiko penyakit kritis yang terus mengintai kesehatan dapat diminimalkan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga

Buang jauh-jauh rasa malas melakukan gerakan fisik. Mengapa? Karena hanya dengan melakukan olahraga secara teratur, sekitar 30 menit setiap hari, seseorang bisa menuai banyak manfaat bagi kesehatan.

Selain itu mulailah menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Jangan pernah mengabaikan pola konsumsi makanan seimbang.

Dalam jangka panjang, pola makan tidak seimbang bisa berujung ke banyak penyakit yang kritis, seperti diabetes, penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, atau bahkan kanker usus.

Hal lain yang juga harus kamu lakukan adalah beristirahat yang cukup. Hal ini penting karena tubuh manusia perlu proses pemulihan untuk bisa kembali beraktivitas secara normal.

Jangan lupa pula untuk melindungi diri melindungi dirimu dengan asuransi jiwa berupa perlindungan terhadap penyakit kritis sehingga dapat mengurangi beban finansial saat kita sakit kritis. (Sbg/Rig)

Comments