kemarahan adalah hal yang wajar. namun kamu perlu mengontrolnya
(Foto: Pexels.com)

Sabigaju.com – Publik dan netizen tengah ramai membahas soal kemarahan yang dilontarkan oleh Orang nomor satu di negeri ini, Jokowi lantaran merasa jengkel terhadap kinerja para menterinya dalam menangani virus corona atau COVID-19.

Jokowi mengungkapkan bahwa kinerja para menterinya tidak ada progres signifikan dan ia pun mengancam untuk melakukan reshuffle kabinet.

Kemarahan sendiri sebenarnya bagian dari emosi yang universal. Manusia tidak mungkin tidak pernah marah.

Kemarahan biasanya muncul dari banyak hal, misalnya kecewa, frustasi, atau terganggu. Namun, ada miskonsepsi tentang kemarahan. Masih banyak yang mengira bahwa marah selalu identik dengan suara keras atau sifat yang merusak.

Diketahui ada  10 jenis kemarahan yang bersifat umum di masyarakat moderen ini . Hal ini perlu kamu ketahui agar kamu bisa tahu bagaimana mengontrolnya

BACA JUGA: Alasan Orang Suka Marah-Marah di Kantor Siang Hari

1. Assertive Anger

Kemarahan jenis ini bisa dibilang sebagai hal yang merupakan yang paling lembut. Biasanya mereka yang mengalaminya, cenderung menghindar dari konfrontasi dan menahan diri mengeluarkan kata-kata kasar.

Orang dengan tipe marah seperti ini cenderung memotivasi untuk menjadi lebih baik.

2. Behavioural Anger

Kalau Kemarahan jenis ini beda lagi sob. Soalnya melibatkan ekspresi fisik dan cenderung agresif dan biasanya menyerang seseorang atau merusak barang yang ada di sekelilingnya.

Kemarahan jenis ini biasanya tidak bisa diprediksi dan punya konsekuensi negatif di akhirnya.Kalau kamu tengah dihinggapi kemarahan tipe ini marah, sebaiknya kamu pergi dari tempat untuk mengatur napas dan mengontrol emosi.

3. Chronic Anger

Saat dilanda tipe kemarahan ini Orang biasanya lebih memilih ditahan dan cenderung menyalahkan dirinya sendiri. Bahayanya, jika terus menerus tidak diperbaiki, kemarahannya justru akan membuat tidak sehat.

Jenis marah ini umumnya timbul karena benci dengan orang lain atau frustrasi pada keadaan. memafkan adalah cara terbaik untuk meredam amarah jenis ini.

4. Judgmental Anger

Jenis marah ini muncul sebagai reaksi saat melihat atau menerima ketidakadilan. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa orang dengan marah ini dijauhi karena perbedaan pandangan dengan orang lain di sekitarnya.

Lantaran itu banyak kalangn menganggap inilah kemarahan yang alamiah.

BACA JUGA: Penyebab Munculnya Rasa Marah Tanpa Sebab 

5. Overwhelmed Anger

Inilah tipe marah yang tidak terkontrol. Marah ini biasanya muncul karena akumulasi dari kondisi di luar batas kemampuan kita, diikuti dengan perasaan tanpa harapan atau frustrasi.

rsa marah jenis Ini biasanya muncul karena terlalu banyak tanggung jawab yang dipikul atau karena ketidakmampuan melawan stres.

6. Passive Aggressive Anger

Kalau jenis  marah ini biasanya tidak menyerang seseorang secara langsung. Tapi, lebih cenderung untuk sinis atau menyalahkan kejadian.

Perilaku ini biasanya membuat ambigu dan membingungkan orang lain. Belajar tentang komunikasi yang asertif menjadi salah satu cara untuk mengelola kemarahan ini.

7. Retaliatory Anger

Jenis kemarahan ini biasanya direspons dengan rasa balas dendam atau ingin membalas. Biasanya orang yang memiliki tipe kemarahan ini sudah mempersiapkan diri dan bertujuan.

Tak jarang, pembalasannya dilakukan dengan intimidasi yang cenderung menyulut tensi menjadi lebih tinggi. Kemarahan model ini bisa menjadi fatal jika tidak diredam.

8. Self-Abusive Anger

Kemarahan ini muncul karena merasa putus asa, tidak berharga, disakiti, atau malu.

Mereka yang dilanda  kemarahan  ini biasanya tidak bisa mengekspresikan dengan berbicara yang buruk terhadap diri sendiri. Tak jarang, mereka menyakiti diri sendiri.

9. Verbal Anger

Meski terlihat tidak menakutkan,  rasa marahan jenis ini berpotensi menyerang lawan bicara secara psikologis.

Biasanya hal ini ini diikuti dengan ekspresi teriak, mengancam, sarkasme, hingga kritik yang menyalahkan.

Rasa marah  ini bertujuan untuk mempermalukan seseorang. Jika memiliki jenis ini, sebaiknya belajar menahan diri untuk berteriak dan cobalah untuk mengeluarkan argumen dengan lebih tertata dan tenang.

BACA JUGA: Empat Cara Paling Ampuh untuk Meredam Rasa Marah 

10. Volatile Anger

Kondisi  ini cenderung naik turun seperti rollercoaster. Kamu bisa marah besar cepat sekali, tetapi seketika kemudian langsung tenang.

Jenis marah ini sebenarnya dijauhi oleh orang lain karena mereka cenderung takut untuk berinteraksi denganmu.

Untuk itu, kamu harus belajar mengontrol kemarahan  agar nggak ngegas terus ataupun  terekskalasi hingga ke titik ekstrem yah sob. (Sbg/Rig)

Comments