Perseteruan antara Jose Mourinho dengan Paul Pogba kian memanas. Banyak pihak yang menilai Mourinho terlalu kuno untuk melatih pemain kekinian seperti Pogba. (foto Instagram)
Perseteruan antara Jose Mourinho dengan Paul Pogba kian memanas. Banyak pihak yang menilai Mourinho terlalu kuno untuk melatih pemain kekinian seperti Pogba. (foto Instagram)

Sabigaju.com – Hubungan Jose Mourinho dan Paul Pogba dikabarkan tengah memanas.

Isu perpecahan terbaru adalah ketika Mourinho memutuskan untuk tidak lagi menjadikan Pogba sebagai kapten MU.

Padahal  Pogba sudah menjadi kapten kedua Manchester United (MU) musim ini setelah Antonio Valencia.

Hal itu dilakukan Mourinho lantaran sebelumnya Paul Pogba mengkritik taktik Mourinho usai MU ditahan Wolverhampton belum lama ini.

Pogba kini kesal,  Dia meradang kini mulai merebak rumor yang menyebut pemain asal Prancis disebut ingin segera hengkang dari MU. Kemana Pogba bakal berlabuh?

Mourinho Junjung Tinggi Kekunoan

Mourinho sendiri sering menggunakan emosi berlebihan untuk menunjukan ketidaksukaannya terhadap seseorang atau sesuatu yang tidak sejalan dengannya.

Sebelum berselisih dengan Paul Pogba, Mourinho punya riwayat panjang berselisih dengan para pemainnya.

Jose Mourinho punya rekam jejak panjang dalam urusan berselisih dengan pemain klub yang dilatihnya. (foto: Instagram manchesterunited)
Jose Mourinho punya rekam jejak panjang dalam urusan berselisih dengan pemain klub yang dilatihnya. (foto: Instagram manchesterunited)

Saat melatih Chelsea misalnya, pria Portugal ini menuding sejumlah pemain mengkhianatinya.  Mourinho  bahkan memulai pertengkaran  dengan fisioterapis Chelsea, Eva Carneiro, soal penanganan cedera Eden Hazard.

Kala itu Carneiro kala itu berupaya memeriksa Hazard yang tergeletak di lapangan, lalu membawanya ke tepi. Tapi Mourinho berang lantaran Chelsea harus bermain dengan 10 orang.

Sementara di MU, Mourinho sudah beberapa kali secara terbuka mengkritik para pemainnya. Sebut saja Luke Shaw, Chris Smalling, juga Antonio Valencia dan Anthony Martial di pramusim kemarin.

Lantaran itulah banyak kalangan  menilai Mourinho terlalu kuno soal cara penanganan para pemain.

Sosok Kekinian dalam Diri Paul Pogba

Kegemilangan Pogba dalam mengolah si kulit bundar mulai terlihat saaat dia berumur 16 tahun. Pogba dibawa ke akademi sepakbola Manchester United Inggris untuk lebih mendalami ilmu sepak bola dan menggali lebih dalam potensi yang dimilikinya.

Namun sayang, manajemen Manchester United ragu-ragu untuk memberikannya kontrak profesional. Alhasil Pogba direkrut Juventus secara gratis pada bursa transfer musim panas 2012 lalu.

Perselisihan Paul Pogba dengan Mourinho berawal dari kekesalan Pogba yang mengkritik strategi yang diterapkan Mourinho saat menghadapi Wolverhampton. (Foto Instagram manchesterunited)
Perselisihan Paul Pogba dengan Mourinho berawal dari kekesalan Pogba yang mengkritik strategi yang diterapkan Mourinho saat menghadapi Wolverhampton. (Foto Instagram manchesterunited)

Saat di Juventus, Pogba belajar banyak dari Antonio Conte yang membentuknya menjadi  gelandang petarung yang tangguh di era sepak bola modern.

Melihat perkembangan Pogba yang sangat luar biasa, Manchester United seolah menelan ludah sendiri. Pada 2016 lalu mereka bersedia memecahkan rekor transfer demi membawa pulang si anak emasnya.

Saat itu Paul Pogba ditebus dengan biaya 105 juta euro atau setara Rp 1,5 triliun. Nilai tersebut mengalahkan rekor transfer sebelumnya yang dipegang Gareth Bale , Cristiano Ronaldo hingga Luis Suarez.

Selain karena aksinya dalam memainkan bola, publik juga mengingat Paul Pogba karena alasan lain. Ia sangat sering menggonta-ganti model serta warna rambutnya. Maka tak heran jika Pogba dikenal sebagai pemain kekinian yang ‘melek’ terhadap dunia fashion seperti halnya Cristiano Ronaldo.

Akankah perseteruan pelatih kuno  seperti Mourinho dengan pemain kekinian ala Paul Pogba bakal mereda atau malah tambah panas hingga salah satu harus memilih angkat kaki guna menentramkan para punggawa Setan Merah lain  agar tidak ikut terseret konflik keduanya.

Comments