Kehidupan
Penelitian malah menunjukan kehidupan seks yang harmonis bukanlah gambaran kesetiaan pasangan. (Sumber Foto: Via psychlopaedia.org)

Sabigaju.com – Umumnya banyak orang yang berasumsi kalau kehidupan seks yang rutin, hangat hingga harmonis adalah gambaran kesetiaan pasangan alias jaminan tidak akan adanya gangguan perselingkuhan.

Tapi yang namanya asumsi, pasti ada saja melesetnya dan memang selalu demikian apalagi jika penelitian sudah campur tangan.

Penelitian malah menunjukan kehidupan seks yang harmonis bukanlah gambaran kesetiaan pasangan.

BACA JUGA: Pelit dan Murah Hati Bisa Pengaruhi Kebahagiaan Kehidupan Seks 

Tidak Ada Kaitan Kehidupan Seks dengan Kesetiaan

Sebuah studi tentang perselingkuhan yang digagas ilmuwan di Florida State University (FSU) justru menemukan hal lain. Hubungan hangat dan harmonis, bahkan dalam hal seksual, bukan jaminan pasanganmu tak selingkuh.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology ini menemukan bahwa semakin muda pasangan, semakin besar pula kemungkinannya berselingkuh.

Penelitian mengungkap, pasangan muda yang lebih sering mendapatkan kepuasan seksual dari pasangan mereka justru punya kecenderungan saling selingkuh.

Indikasi lain bahwa mereka mungkin berselingkuh, para periset menemukan bahwa memiliki lebih banyak pasangan seksual sesaat sebelum hubungannya denganmu terjadi , membuat mereka punya kecenderungan selingkuh.

Sementara , jika pasangan perempuanmu memiliki lebih banyak pasangan jangka pendek sebelum berhubungan denganmu membuat dia cenderung tidak berselingkuh.

BACA JUGA: Ternyata Hal ini yang Menjadi Kunci Hubungan Seksual Tetap Membara 

Studi ini juga menemukan bahwa orang yang mengaku puas dengan kehidupan seksual di rumah lebih cenderung mendapatkan seks di tempat lain.

Para peneliti berhipotesisorang-orang seperti itu hanya sekadar lebih menikmati seks daripada orang lain, sehingga punya kecenderungan mencarinya di tempat lain.

Jadi, jika pasanganmu  selingkuh, jangan salahkan diri sendiri. Pasalnya, masalah ada pada diri mereka, bukan kamu.

BACA JUGA: Agar Momen Bercinta jadi Pengalaman Berkesan dan Tak Terlupakan

Bangun Kepercayaan Jangan Fokus Pada kehidupan seksual

Para peneliti menguji dua proses psikologis yang oleh orang-orang dalam hubungan serius biasanya digunakan untuk memelihara kesetiaan, “attentional disengagement” dan “evaluation devaluation”.

Attentional disengagement adalah kemampuan untuk mengalihkan perhatian dari seseorang yang sangat menarik.

Misal, ketika melihat orang cantik atau tampan sekalipun,kamu tak melirik sebab terlalu cinta pada pasangan.

Sedangkan evaluation devaluation dideskripsikan sebagai kecenderungan untuk menyangkal diri sendiri dengan berpikir bahwa orang lain yang sebenarnya cantik atau tampan tidak semenarik itu karena kamu cinta betul pada pasangan.

Menurut Jim McNulty, profesor psikologi dari FSU dan penulis utama studi ini, reaksi ini tidak sepenuhnya tergantung pada pikiran sadar kita.

BACA JUGA: Begini Ciri Para Pria yang Tidak Mudah Tergoda Perselingkuhan

“Orang tidak menyadari apa yang mereka lakukan atau mengapa mereka melakukannya. Proses ini sebagian besar spontan dan tanpa usaha, dan mungkin terbentuk oleh pengalaman biologis dan atau pengalaman masa kecil,” ungkap McNulty.

Penelitian ini merupakan indikator bahwa ada banyak faktor yang mendukung hubungan yang sehat.

Memang, kehidupan seks yang sehat tidak serta-merta berarti pasanganmu akan selingkuh. Tapi itu juga tidak menandakan hubungan yang kuat.

Jadi tak ada salahnya bagi kamu untuk memusatkan perhatian pada upaya membangun kepercayaan dan ikatan di luar kehidupan seksual semata. (Sbg/Rig)

Comments