Sabigaju.com – Berita kecelakaan datang dari Kereta Api Indonesia. Jumat (6/4) kemarin kereta Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya mengalami nasib naas di perlintasan tanpa palang pintu di Kedungbanteng, Walikukun, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sekitar pukul 18.30 WIB. Kereta tersebut ditabrak oleh truk kontainer yang mengangkut bantalan KA untuk membangun double track.

Kejadian berawal saat kereta menuju Surabaya tersebut sudah mendekati perlintasan dan truk kontainer yang hendak melintas menabrak sisi kanan kereta. Dilansir dari Kompas.com, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi, AKP Rukimin menuturkan bahwa jarak yang sudah dekat menyebabkan tabrak samping kanan KA Sancaka dengan depan kendaraan truk kontainer. Insiden ini mengakibatkan lokomotif KA Sancaka terguling ke sebelah kiri lalu menabrak mobil Avanza hingga beberapa meter dari lokasi kejadian. Sedangkan belakang kereta api anjlok.

Sampai Sabtu (7/4)  pagi, korban yang tewas karena kecelakaan ini tercatat sebanyak 2 orang. Masinis KA Sancaka, Mustofa tewas terjepit di ruang masinis lokomotif. Butuh waktu hingga 4 jam untuk mengevakuasinya. Selain Mustofa, satu korban lagi yang belum diketahui namanya juga tewas menjadi korban kecelakaan kereta ini. Korban tersebut merupakan pekerja proyek double track. Selain kedua korban tewas tersebut, asisten masinis juga dilaporkan mengalami luka berat dan masih di rawat di rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis.

Sedangkan sopir truk kontainer yang menyebabkan kecelakaan ini hingga Sabtu (7/4) siang belum diketahui keberadaannya. Kondisi truk kontainer yang rusak di bagian depan tersebut kosong ditinggal lari oleh sopirnya.

Kecelakaan Kereta Api di Perlintasan Lainnya

Kecelakaan kereta api atau kecelakaan yang melibatkan kereta api di perlintasan tanpa pintu tampaknya kerap terjadi. Januari lalu, kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu terjadi di Kampung Pladen, RT01/05, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kecelakaan ini melibatkan satu mobil Daihatsu Terios dengan kereta api pengangkut batubara. Akibatnya, ketiga penumpang mobil tak dapat diselamatkan nyawanya.

Sama-sama melibatkan mobil dan kereta api, tetapi dampak yang terjadi memang berbeda dibandingkan dengan kecelakaan KA Sancaka. Muatan yang cukup berat dari truk kontainer membuat kereta Sancaka kehilangan kendali dan terguling.

Selain kedua insiden tersebut, sesungguhnya kasus kecelakaan yang terjadi di perlintasan tanpa pintu kerap terjadi. Biasanya faktor human error menjadi penyebab terbanyak dari kasus seperti ini. Kendaraan yang terlibat pun tidak selalu mobil dengan kereta api, tetapi pengendara motor juga kerap tak terhindar dari kecelakaan ini. Seringkali kecelakaan disebabkan oleh aksi mengabaikan tanda bahwa kereta sudah dekat. Perhitungan yang didasarkan kira-kira membuat angka kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa pintu masih terus terjadi.  (sbg/Erny)

Comments