Halimah Yacob, Presiden wanita pertama di Singapura (Foto Instagram halimahyacob)

Sabigaju.com – Menjadi wanita cantik dan cerdas dengan segudang prestasi memang tak perlu tampil mencolok saat tampil di hadapan publik.

Aura kecantikan justru tampil dari kesahajaan sikap dan ketulusan menjalani setiap profesi yang disandangnya.

Itulah kesan yang muncul saat kita melihat sosok Halimah Yacob, Presiden terpilih Singapura yang kini menginjak usia ke-63 tahun.

Presiden Wanita Melayu Pertama

Halimah Yacob menjadi perbincangan di dunia, setelah  resmi menyandang status sebagai Presiden Singapura menggantikan Presiden sebelumnya, Tony Tan.

Ditahbiskannya wanita yang sudah malang melintang di jagat politik negeri Singa itu sekaligus menandai awal sejarah baru politik Singapura, dimana ia manjadi satu-satunya wanita keturunan Melayu yang sukses menjadi Presiden Singapura ke-delapan. Ke depan ia akan memimpin negara yang berpenduduk 5,6 juta jiwa itu.

Hidup Mandiri Sejak Belia

Di balik kisah karir yang membuat banyak orang berdecak kagum, berikut kontroversi yang membelitnya. Wanita lulusan National University of Singapore (NUS) jurusan hukum rupanya punya kisah hidup yang unik, terutama soal kesederhanaan sikap dan kesahajaan hidup dengan rakyat.

Sebelum karir politiknya sampai puncak, wanita yang pernah mencicipi pahit getir mengayuh hidup ini hingga mengaku pernah berjualan nasi padang.

Terlahir sebagai putri bungsu dari lima bersaudara pada 23 Agustus 1954. Saat berusia 8 tahun ia sudah mengalami kenyataan pahit di tinggal sang ayah. Sepeninggal ia harus berjibaku membantu ibunya menafkahi keluarga mereka lewat berjualan nasi padang dengan kereta dorong sebelum mendapat izin untuk membuka kedai kaki lima.

Dari situlah Halimah bertahan hidup, kemandirian yang terus ditempa sang bunda, pelan tapi pasti menjadikannya sosok wanita yang kuat hingga akhirnya ia sukses mempunya kedai sendiri di Shenton Way, pusat perdagangan di Singapura.

Sebelum karir politiknya sampai puncak, Halimah Yacob pernah mencicipi pahit getir kehidupan hingga mengaku pernah berjualan nasi padang. (Foto: Instagram halimahyacob)

“Saya mengalami sendiri sulitnya hidup dalam kemiskinan dan betapa menyedihkan saat kau harus berjuang untuk bertahan hidup, menyajikan makanan untuk orang lain dan berhadapan dengan ketidakpastian masa depan setiap hari. Situasi itu membatasi pilihan-pilihan saya, namun juga memperkuat tekad saya untuk sukses. Sejak itu, prioritas saya adalah menyelesaikan sekolah, mendapatkan pekerjaan yang layak dan membantu ibu saya,” kisah Halimah ihwal perjalanan hidupnya.

Kesederhanaan Jadi Kekuatan

Pengalaman pahit getir mengayuh nasib itulah yang kini jadi bekal Halimah untuk merajut cita-cita politik. Bahkan saat posisi politiknya moncer ia tak lantas lupa diri.

Bahkan setelah dinyatakan sebagai kandidat Presiden yang layak, Halimah mengatakan dia tidak memiliki rencana untuk pindah dari rumah susun yang teletak di kawasan Yishun dan memilih untuk tetap tinggal di sana bersama suaminya, Mohamed Abdullah Alhabshee.

Halimah Yacob saat mengunjungi Istana kepresidenan Singapura (Foto Facebook Halimah Yacob)

Selama lebih dari 30 tahun, Halimah tinggal di lantai atas flat atau apartemen besar yang terdiri dari lima kamar tiap lantai. Halimah dan suaminya memiliki dua putra dan tiga putri, berusia antara 26 sampai 35 tahun.

Wanita Rendah Hati yang Tak Banyak Gaya

Di keseharian, istri pengusaha Mohamed Abdullah Alhabshee ini dikenal cukup merakyat. Ia selalu tampil sederhana laiknya rakyat biasanya dengan gaya busana hijabnya yang simpel cocok untuk wanita seusianya.

Potret itu bahkan bisa kita lihat dari akun Instagram miliknya @halimahyacob terpajang puluhan foto yang menunjukan aktivitas dan interaksinya dengan warga Singapura.

Halimah Yacob, saat mengunjungi pasar tradisional (Foto Instagram halimahyacob)

Dalam sebuah kesempatan kunjungan ke sebuah pasar di Singapura, Halimah tampak akrab berfoto dengan para pedagang di sana.

Nyaris tak ada beda Halimah dengan rakyat yang berfoto dengannya. Ia tampil cantik dengan balutan
atasan motif berwarna oranye yang dipadu padankan dengan hijab segi empat berwarna kuning.
Kecantikan dan kesahajaannya makin keluar kala senyum tulusnya merekah saat memeluk siapa saja yang menjadi rakyatnya.

Halimah Yacob tengah bersama warga Singapura (Foto: Instagram halimahyacob)

Pada bagian foto yang tengah memeluk salah satu warga Singapura itu ia juga masih terlihat sebagai sosok wanita cantik dengan aura kuat seorang wanita yang handal dan mandiri, saat memadukan gaun dengan atasan berwarna senada berlengan cuff.

Dengan modal kesahajaan, kesederhanaan sikap Halimah itu jelas akan menjadi kekuatan bagi Singapura. Bukan mustahil Singapura yang sudah tampil mempesona sebelumnya, akan semakin maju secara politik dan ekonomi setelah memiliki pemimpin yang berkarakter itu.(Sbg/Ink)

Comments