Kebiasaan minum kopi
Makin banyak orang yang menyukai kebiasaan minum kopi dengan es. (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Rasanya kurang lengkap rasanya bila saat hendak mengerjakan pekerjaan tanpa melakukan kebiasaan minum kopi dahulu di pagi hari.

Tanpa kita sadari, kebiasaan minum kopi dengan es sudah menjadi hal yang selalu kita lakukan,

Tapi untungnya kebiasaan minum kopi bukanlah hal yang buruk namun, tetap harus diperhatikan jumlah yang dikonsumsinya.

BACA JUGA: Minum Kopi dapat Cegah Kanker Prostat? Secercah Harapan

Kebiasaan Minum Kopi Pakai Es

Jika kebiasaan minum Kopi panas pas buat dinikmati di pagi yang dingin, kini mulai ramai orang yang pun ya kebiasaan minum kopi dengan es pada siang hari. Itu dari segi waktu minum, bagaimana dari sisi kesehatan, mana yang lebih sehat antara es kopi atau kopi panas?

Yang harus kamu tahu Es kopi berbeda dengan kopi cold brew yah. Es kopi diracik dengan bubuk kopi yang dilarutkan dengan air panas dan ditambahkan es batu setelahnya agar dingin.

BACA JUGA: Jajal Keberuntungan Lewat Kopi Kekinian

Sementara konsentrat kopi cold brew didapatkan dari merendam bubuk kopi hitam dengan air dingin atau air suhu ruangan.

Ternyata, kebiasaan minum kopi kopi dingin berbeda manfaatnya dengan kopi panas. Kopi panas dikenal baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2 dan bahkan dipercaya bisa memperpanjang usia.

Kopi juga dianggap mampu mengurangi risiko depresi dan membantu meningkatkan kemampuan kognitif.

Seorang profesor epidemiologi dan gizi di Harvard T.H Chan School of Public Health, Frank Hu, MD. PhD., mengatakan bahwa suhu pembuatan kopi tidak berpengaruh terhadap kandungan nutrisi kopi.

Hal ini berarti Kalau soal rasa tentunya tergantung pada selera masing-masing individu. Baik secangkir kopi hitam panas maupun segelas es kopi bisa dibilang sama-sama hampir nol kalori dan tak memiliki nilai gizi berarti.

BACA JUGA:  Kopi Tuku, Minuman Kekinian yang Bikin Anak Muda Jakarta Ketagihan

Secangkir kopi hitam dan kopi dingin tanpa gula sama-sama tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan makronutrien penting lainnya, seperti kalsium dan serat.

Nilai gizi dari kedua versi minuman ini baru akan berubah ketika ditambahkan perasa atau pemanis. Jika ingin membandingkan mana yang kandungan kafeinnya lebih kuat antara es kopi dan kopi panas, sebenarnya keduanya sama saja.

Efek Kafein

Es kopi pada mulanya dibuat dari seduhan air panas yang kemudian ditambahkan es batu. Tapi efek kafein pada es kopi akan lebih cepat timbul ke permukaan daripada kopi panas.

Meski efek kafein dalam kopi dingin bisa dibilang lebih tinggi daripada kopi hangat, rasa es kopi tidak seasam kopi tubruk hangat.

BACA JUGA: Tren Bisnis Kedai Kopi di Kalangan Milenial 

Rata-rata kopi dingin memiliki kadar pH 6,31 yang berlawanan dengan versi panasnya yang mengandung pH 5,48 — pada skala pH, semakin rendah angkanya semakin asam sifat zat tersebut.

Pasalnya, air panas yang digunakan untuk menyeduh kopi akan mengeluarkan asam yang lebih pekat dari biji kopi. Sementara es batu akan lebih mengencerkan konsentrat kopi sehingga rasanya pun lebih “jinak”.

Ini berarti kopi dingin bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk memuaskan keinginan ngopi bagi orang-orang yang sensitif terhadap kafein atau punya masalah pencernaan, seperti maag atau refluks asam lambung, jelas Joan Salge Blake, RD, associate associate klinis di Boston University dan penulis Nutrition & You, dilansir dari Health.

Sebagai catatan untuk memperoleh manfaat sehat minum kopi, sebaiknya pilihlah kopi hitam tanpa gula dan pemanis lainnya. Baik itu dalam versi es atau yang panas. Dan Kamu wajib memerhatikan porsi kopi harian setiap hari. (Sbg/Rig)

Comments