Kebangkitan Nasional
Momen Hari Kebangkitan nasional bisa menjadi momen bagi masyarakat di Tanah Air untuk semakin rajin membaca untuk mengurangi tingginya angka buta huruf fungsional. (Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Hari ini, Senin (20/5), merupakan Hari Kebangkitan Nasional yang merupakan salah satu momen bersejarah dalam pergerakan pemuda di Tanah Air.

Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei tiap tahunnya, memeringati berdirinya organisasi Boedi Oetomo yang memiliki tujuan untuk memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, ilmu pengetahuan dan seni budaya bangsa Indonesia.

Terkait dengan Hari Kebangkitan Nasional yang bertujuan untuk memajukan Bangsa Indonesia, Tahukah kamu kalau ternyata di era serba digital dengan perkembangan gawai yang kian canggih, masih banyak penduduk Indonesia yang mengalami buta huruf fungsional?

Nah Sabigaju mau kasih informasi nih Apa itu buta huruf fungsional yang masih saja merajalela di era kekinian ini.

BACA JUGA: Politik dan Anak Muda Menghiasi Kata Baru dalam Kamus Oxford

Gejala Buta Huruf Fungsional

Istilah buta huruf fungsional dapat diartikan sebagai sebuah kondisi di mana seseorang mengenal huruf dan bisa baca tulis tetapi tidak dapat memahami konteks wacana dengan tepat.

Orang-orang yang mengalami kondisi ini biasanya tidak bisa atau kesulitan memahami sesuatu setelah membaca informasi. Lebih parahnya lagi, masih banyak orang yang tak mampu menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam teks.

Sebagai contoh, di atas sudah ada tulisan dilarang merokok, tetapi masih ada orang merokok di bawahnya. Itu artinya buta huruf fungsional

BACA JUGA: Pentingnya Pendidikan Guna Menghadapi Revolusi Industri 4.0 

Penyebab dan Akibat

Di bidang pendidikan, Indonesia mengalami kemajuan pesat dari segi kuantitas. Namun, masih minim dalam hal mutu. Sehingga kondisi buta huruf fungsional pun belum dapat ditanggulangi secara efektif.

Dalam data bertajuk Indonesia Economic Quarterly 2018 yang dirilis oleh World Bank Juni 2018 lalu, disebutkan bahwa 55 persen masyarakat Indonesia mengalami buta huruf fungsional. Keadaan tersebut bahkan lebih parah daripada Vietnam yang hanya menyentuh angka 14 persen.

Salah satu tanda yang menunjukkan bahwa banyak orang mengalami buta huruf fungsional adalah keengganan untuk membaca secara cermat.

Hal ini tentunya tidak boleh dianggap remeh. Sebab kondisi tersebut rentan memicu masalah yang lebih masif.

Salah satunya adalah penyebaran hoax. Masih banyak sekali orang yang tidak mampu mencerna informasi dengan baik tetapi memutuskan untuk langsung menyebarkannya.

Padahal, penyebaran informasi tersebut berisiko membuat hoax menggurita dan dipercaya banyak orang.

BACA JUGA: George Peabody, Jutawan yang Peduli dengan Dunia Pendidikan 

Momentum Hari Kebangkitan Nasional

Masyarakat Indonesia harus memilah informasi penting dan memastikan kebenarannya sebelum menyebarkan kepada pihak-pihak lain.

Penggunaan gadget tak boleh dilakukan sembarangan. Karena menyebarkan informasi secara sembarangan rentan merugikan banyak pihak yang berkaitan dengan hoax tersebut.

Itulah sebabnya di momen Hari Kebangkitan nasional ini, Sabigaju saranin kamu harus rajin membaca dengan begitu kamu tidak menjadi bagian dari masyarakat yang buta huruf fungsional.

Jadilah orang yang cermat dan kritis dalam menerima dan mencerna informasi.(Sbg/Rig)

Comments