Ilustrasi Phubbing
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Di masa pademi virus Covid-19 ini, durasi orang dalam menggunakan ataupun bermain smartphone begitu tinggi.

Mulai untuk urusan pekerjaan, aktivitas jual beli online, bermain gim hingga untuk urusan kencan naik begitu tajam.

Bisa dibilang setiap orang seakan tidak ingin melepaskan smartphone dari tangannya meski pada posisi sedang bersama pasangan. Apakah ini bisa disebut sebagai fenomena phubbing di tengah pandemi?

Bagaimana dampak phubbing alias kegilaan terhadap smartphone di tengah pandemi terhadap hubunganmu dengan pasangan?

BACA JUGA: Rutin Bersihkan Smartphone Cegah Penyebaran Virus Corona 

Mengacuhkan Pasangan

Phubbing sendiri akronim dari kata phone dan snubbing, yang jika diartikan dalam Bahasa Indonesia kira-kira menjadi “perilaku mengacuhkan orang lain demi kecintaan terhadap ponsel”. Ada juga yang mengartikan phubbing lebih spesifik sebagai “tindakan melihat ponsel di tengah pembicaraan”.

Perilaku ini memang terdengar sepele memang, tetapi berdampak serius jika kamu termasuk pria yang memiliki perilaku ini dan terus dibiasakan. Phubbing dianggap sebagai penghinaan karena pelakunya (phubber) mengacuhkan bahkan menganggap tidak ada orang yang sedang bersamanya.

Perilaku phubbing jika dilakukan sekali dua kali mungkin masih bisa ditolerir bagi pasangan atau teman, namun jika konsisten dilakukan berisiko merusak kualitas hubunganmu dengan pasangan di masa pandemi.

Berkaca dri hasil penelitian yang pernah dilakukan Profesor James Roberts dan Meredith David dari Baylor University Hankamer School of Business, Amerika Serikat beberapa waktu lalu merilis sebuah studi keberkaitan antara phubbing dan kepuasan hubungan asmara pasangan.

Hasilnya menunjukan bahwa semakin asyik pasangan melakukan phubbing, pasangan merasa tidak puas menjalani hubungan.

Penelitian itu juga menyebut bahwa, banyak orang yang merasa bahwa ponsel membantu dalam komunikasi dan hubungan mereka sehari-hari. Akan tetapi kenyataan yang ada malah menyatakan bahwa keberadaan ponsel dapat mengganggu waktu yang seharusnya dinikmati berdua oleh pasangan.

BACA JUGA: Kesalahan Menggunakan Smartphone Bisa Berakibat Fatal

Masih Bisa Diatasi

Perilaku phubbing di masa pandemi  ini  sebenarnya masih bisa diatasi.

“Kuncinya adalah kesadaran bahwa partner membutuhkan kita dan kehadiran menjadi hal yang tidak dapat diganggu gugat. Kita tentu merasa bahagia saat orang yang dikasihi hadir seutuhnya,” tulis Barbara Fredrickson dalam buku Love 2.0: Finding Happiness and Health in Moments of Connection.

Jadi, hal-hal kecil seperti mengobrol saat makan bersama atau mengobrol sebelum tidur dapat menumbuhkan keintiman, sehingga saat seperti itu sebaiknya menahan diri untuk tidak membuka ponsel.

Jika hal ini masih belum cukup berhasil, coba kamu terapkan metode zona bebas ponsel atau peraturan tak tertulis bersama pasangan untuk tidak meletakan ponsel di celana atau di depan meja saat bersama.Dengan begitu, kamu bisa mematikan ponsel saat bersama pasangan.

Sekarang kamu mau pilih, asyik phubbing  atau hubungan yang langgeng? (Sbg/Rig)

Comments